Tag Archives: kenali gejala campak sejak dini

Lakukan Pencegahan Dengan Kenali Gejala Campak Sejak Dini

Sebagai orang tua yang menyayangi anaknya, maka kita pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kesehatannya dan mencegah datangnya berbagai penyakit. Akan tetapi, upaya tersebut kadang tidak bisa melindungi mereka secara sempurna, karena ada siklus penyakit yang umumnya dialami oleh hampir sebagian besar manusia, khususnya anak anak yang disebut campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus khusus yang menjalar dan menurunkan sistem kekebalan tubuh pada anak. Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal buruk yang tidak diinginkan, maka orang tua harus kenali gejala campak sejak dini. Apa sajakah yang muncul dan terlihat? Bagaimana kondisi yang akan dialami oleh anak saat terserang campak? Serta bagaimana cara tepat untuk mengantisipasinya?

Karena campak adalah penyakit yang kemungkinan bisa dialami oleh setiap orang, maka semua informasi dan pertanyaan tersebut harus diketahui. Sebagai pelengkap artikel ini, akan saya jelaskan tentang cara kenali gejala campak sejak dini serta langkah tepat untuk melakukan penanganan yang tepat.

Gejala campak pada anak yang bisa dikenali antara lain :

  1. Anak mengalami demam serta masalah tenggorokan.

Ini adalah tahap awal yang menjadi gejala penyakit campak. Anak akan merasakan demam yang disertai dengan batuk pilek, menggigil karena kedinginan, serta mata yang berair. Semua proses tersebut akan membuat anak menjadi lemas.

  1. Pada tubuh muncul ruam ruam yang kemerahan dan sebagian besar disertai dengan gatal gatal.

Setelah berselang kurang lebih 3 hari, demam anak akan menurun dan terganti dengan adanya ruam ruam merah di berbagai bagian tubuh secara bertahap. Ruam merah ini akan hilang lagi dengan sendirinya sesuai dengan urutan saat kemunculannya.

  1. Kurangnya nafsu makan dan gairah dalam beraktivitas dan bermain

Pada puncak gejalanya, penyakit ini akan membuat anak mengalami peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi, yakni hingga 40 derajat celcius. Proses ini anak biasanya susah sekali disuruh makan, karena yang dirasakan hanya pusing, lemas, dan kurang bergairah.

Apabila ketiga gejala tersebut sudah terlihat, maka ambillah langkah tepat untuk memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut tentangnya. Semoga penjelasan tentang beberapa patokan untuk kenali gejala campak sejak dini di atas bisa bermanfaat untuk Anda.

Obat Sakit Campak Paling Tepat

Campak adalah jenis penyakit yang umumnya diderita oleh anak anak. Kecenderungan ini sering membuat orang tua merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan atas gejala campak yang muncul pada diri sang anak. Banyak penanganan yang dilakukan, mulai dari memeriksakan kondisi kesehatan sang anak ke dokter, membeli obat sakit campak, dan sebagian orang tua yang masih memegang tradisi mengobati dengan cara menyiram dan memandikan sang anak dengan air yang sudah diberi do’a terlebih dahulu.

Artikel ini akan membahas tentang obat sakit campak yang tepat untuk diberikan kepada anak yang menderitanya. Sebagai orang tua yang faham tentang siklus penyakit ini, sebaiknya kita tidak terlalu khawatir dengan gejala yang muncul, seperti demam dan panas, batuk, dan munculnya ruam kemerahan yang menyebar secara bertahap di tubuh penderitanya.

Campak merupakan sebuah penyakit yang berlangsung sesuai siklus, rata rata anak mengalaminya dalam waktu 5 – 10 hari tergantung kepada kondisi kesehatan dan ketahanan tubuh yang dimiliki sang anak. Obat sakit campak yang paling efektif adalah dengan melakukan tindakan sebagai berikut :

  1. Ketahui jenis campaknya

Dalam kasus yang umum, campak terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu campak biasa dan campak Jerman. Khusus untuk campak Jerman, kejadiannya sangat jarang sekali terjadi. Ciri yang membedakan campak biasa dan campak Jerman adalah munculnya radang mata (conjunctivis) dan nafsu makan yang berkurang. Jika anak mengalami campak tanpa mengalami radang mata dan makan dengan porsi yang wajar, maka itu adalah campak biasa.

  1. Obati sesuai gejala yang muncul

Obat sakit campak yang paling tepat adalah mengobati sesuai dengan gejala yang muncul saja. Itu merupakan pencegahan dan pengobatan yang terbaik agar keadaan tubuh penderita campak tidak menjadi down. Jika muncul gejala batuk, maka cukup berikan obat batuk. Jika muncul gejala demam, berikan saja obat pereda demam. Pengobatan demikian bisa menghindari terjadinya komplikasi akibat tubuh tidak kuat menahan kondisi saat kemunculan gejala.

  1. Jaga kebersihan badan

Selama menderita penyakit campak, penderita tetap perlu menjaga kebersihan badannya. Kalau mandi ditakutkan akan membuat gejala demamnya lebih buruk, maka Anda bisa melakukan spons atau mengelap badannya dengan air bersih.

Karena campak adalah penyakit yang biasanya dialami sekali dalam seumur hidup, maka biarkan saja berproses secara alami dan sembut secara alami juga. Yang perlu dilakukan adalah pemberian obat sakit campak sesuai gejala yang muncul untuk menghindarkan komplikasi. Semoga bermanfaat 🙂

Perbedaan Campak Dan Campak Jerman Berdasarkan Gejalanya

Ada beberapa jenis campak yang bisa menyerang manusia, khususnya anak anak. Diantara sekian banyak jenisnya, campak biasa dan campak Jerman adalah yang paling sering menyerang. Untuk mengetahui jenis campak apa yang sedang dialami, maka kita harus mengetahui perbedaan campak dan campak Jerman.

Artikel ini akan mencoba menjabarkan secara ringkas dan sederhana tentang perbedaan campak dan campak Jerman tersebut berdasarkan gejala yang ditimbulkannya. Dari situ kita bisa mendiagnosa dan mengetahui campak jenis apa yang sedang dialami saat ini.

1. Campak Biasa (Rubeole)

  • Demam tinggi dengan suhu badan antara 38 sampai dengan 40 derajat celcius,
  • Kadang batuk dan hidung menjadi berair,
  • Terjadi radang mata (conjunctivis) dan silau saat melihat cahaya yang terlalu terang (photophobia),
  • Muncul bercak koplik bercak (koplik spots) di bagian dalam mulut dan bagian dalam pipi,
  • Pada puncak demam, akan muncul ruam merah yang bermunculan secara bertahap, mulai dari daerah sekitar muka, di belakang telinga, di sekitar garis rambut, dan kemudian semakin banyak dan melebar ke punggung, dada, paha, hingga ke kaki. Bagi sebagian anak, munculnya ruam ini biasanya disertai dengan rasa gatal.
  • Jenis ruam yang muncul berbeda, ada yang datar, dan ada yang timbul. Parah atau tidaknya penyakit campak ditandai dengan banyak atau tidaknya ruam merah tersebut.
  • Setelah gejala campak selesai, maka demam berangsur akan pulih dan ruam merah yang sebelumnya muncul akan hilang dengan sendirinya sesuai urutan kemunculannya.

2. Campak Jerman

Sebagian gejala yang ditimbulkan campak Jerman hampir menyerupai campak biasa, namun dari beberapa lainnya kita bisa tahu perbedaan campak dan campak Jerman, antara lain sebagai berikut :

  1. Demam dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 38 derajat celcius,
  2. Getah bening mengalami pembengkakan,
  3. Mata terasa perih dan nyeri,
  4. Muncul bintik merah yang memenuhi seluruh tubuh,
  5. Kulit menjadi kering,
  6. Persendian terasa sakit,
  7. Kepala terasa sakit
  8. Nafsu makan menurun.

Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah cukup memberikan gambaran tentang perbedaan campak dan campak Jerman? Semoga saja cukup 🙂

Kenali Gejala Campak Sejak Dini

Mengetahui hadirnya gejala penyakit sejak dini adalah hal yang menguntungkan! Karena selain bisa melakukan penanganan yang bersifat preventif, kita pun bisa terhindar dari kondisi penyakit yang terlanjur menjadi parah. Begitu juga dengan penyakit campak, mengetahui informasi tentang gejalanya sejak dini bisa membuat kita melakukan antisipasi yang tepat. Artikel ini akan membagas tentang beberapa gejala penyakit campak pada anak, yang bisa digunakan sebagai patokan dalam kenali gejala campak sejak dini.

  • Ketahui periode gejala klinisnya

Kenali gejala campak sejak dini dengan mengetahui informasi tentang periode yang akan dilalui saat gejala klinis muncul. Gejala klinis terbagi menjadi 3 periode, antara lain : periode prodromal, periode erupsi dan periode convalescence.

Anak yang terserang campak akan memulai periode prodromal dengan munculnya gejala panas yang disertai nyeri otot, atau yang disebut Malaise. Panas terus berlangsung dan suhunya semakin meningkat dalam 24 jam ke depan. Setelah itu, anak akan mengalami pilek (coryza), radang mata (conjunctivitis), dan batuk (cough), atau yang biasa disebut dengan gejala 3 C. Untuk Coryza atau pilek, anak akan mengalami flu yang cukup berat, hidung tersumbat dan muncul ingus yang cukup kental dengan warna kekuningan. Pada conjunctivitis, anak terlihat memiliki mata merah, kelopak yang membengkak, mata silau saat terkena cahaya, dan berair. Untuk cough, cirinya bisa bertahan hingga beberapa minggu.

Saat menginjak periode erupsi, ketiga gejala 3 C tersebut semakin parah dan disertai dengan munculnya ruam merah di badan. Di hari keempat, panas akan mulai menurun tetapi ruam mulai menyebar hampir ke seluruh tubuh. Tapi, jika Anda bisa lebih memperhatikan kondisi anak Anda, maka 2 hari sebelum munculnya ruam merah, Anda sudah bisa mengetahui akan datangnya hal tersebut melalui ciri yang muncul, yaitu bintik putih pada mulut di bagian dalam, dalam istilah medis disebut Mukosa Bucal Pipi atau Koplik’s Spot.

Untuk periode selanjutnya, yaitu convelescence, panas tubuh anak akan mulai mereda, bintik merah pun akan mulai menghitam kemudian mengelupas sesuai urutan kemunculannya. Jika pada periode ini anak masih mengalami demam panas, sebaiknya segera periksa ke dokter karena ditakutkan ada komplikasi yang terjadi.

Kita bisa kenali gejala campak sejak dini dengan mengenal periode yang terjadi pada gejala klinis diatas.