Tag Archives: Kanker Payudara

Daging merah masih aman di konsumsi asalkan?

World Health Organization/ WHO  belum lama ini merilis sebuah laporan resmi yang memasukan  daging merah sebagai salah satu makanan yang memicu resiko kanker payudara dan kanker kolon.  Terutama pada daging olahan diyakini mengandung karsinogen, zat pemicu sel kanker. Pakar kesehatan WHO menilai menyantap daging merah olahan resikonya sama bahayanya dengan rokok.

Sebaiknya membatasi mengonsumsi daging merah olahan seperti, sosis, kornet, ham maupun daging asap.  Meski demikian tak serta merta kita harus menghentikan sama sekali.  Bagaimana pun juga makan daging ada manfaat positif bagi kesehatan, asalkan dalam jumlah terukur.

Bagi orang dewasa mengonsumsi daging merah maksimal  70 gram per hari.  Batasan ini  dianggap aman bagi tubuh dan tidak menyebabkan kelebihan kalori yang memicu lemak.

Selain itu agar daging merah bermanfaat, sebaiknya juga diperhatikan cara proses pengolahannya.  Sebagaimana yang dijelaskan di bawah ini :

  • Jangan dimasak terlalu matang

Daging yang diolah terlalu matang  / well done ternyata tidak baik bagi kesehatan, beresiko mengundang bibit kanker.  Dianjurkan untuk memasak daging tidak terlalu matang dan panas,  masak di atas api kecil.

  • Jangan dibakar hingga gosong

Bagi pecinta sate atau  makanan yang dibakar BBQ dishes hindari proses pembakaran hingga matang, sehingga muncul bercak gosong pada daging.  Residua rang yang menempel pada daging, bersifat dioksin  atau pembawa racun berbahaya.

Agar lebih aman bagi kesehatan, sebaiknya sebelum dibakar, daging dibungkus dengan kertas alumunium foil, maksudnya untuk menghindari dari paparan daging langsung.  Solusi lain dimasukan dalam oven selama beberapa menit saja.

  • Hindari pemakaian bumbu berlebihan

Pada saat proses pengolahan daging merah  hindari pemakaian bumbu secara berlebihan. Seperti garam atau mrica, justru memasak daging merah seperti daging sapi tidak perlu pakai bumbu banyak –banyak. Misalnya saat  membikin steak, bumbu yang dipakai hanya mrica bubuk saja.

Akhirnya sampai disini dulu artikel singkat tentang cara mengolah daging merah agar aman dikonsumsi dan menyehatkan.

Berbagai Jenis Terapi Penderita Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita, sebab penyakit ini sangat membahayakan dan bisa merusak jaringan payudara wanita, sedangkan kita tahu bersama bahwa jaringan tersebut memiliki fungsi sangat penting untuk perkembangan manusia. Saat seseorang didiagnosis mengidap kanker payudara, maka ada banyak sekali jenis terapi penderita kanker payudara yang bisa dilakukan. Tindakan terapi yang diberikan tersebut bergantung kepada beberapa pertimbangan sebagai berikut :

  1. Jenis kanker
  2. Stadium kanker
  3. Sensitivitas sel kanker terhadap hormon tertentu
  4. Kondisi kesehatan penderita, dan
  5. Usianya

Melalui berbagai pertimbangan tersebut, maka dokter ahli bisa mengetahui terapi yang cocok untuk diberikan kepadanya. Untuk melengkapi wawasan Anda tentang kanker payudara, berikut adalah beberapa jenis terapi penderita kanker payudara :

  • Operasi

Ini adalah keumuman yang dilakukan oleh dunia medis dalam mengatasi dan mengobati kanker payudara. Jenis operasi yang dilakukan mulai dari pengangkatan jaringan tumor di bagian payudara (Lumpectomy), pengangkatan payudara (Mastektomi), pengangkatan kelenjar getah bening (Biopsi), pengangkatan beberapa kelenjar getah bening (Diseksi), hingga pemasangan payudara buatan (Rekonstruksi Payudara). Semua proses operasi tersebut ada yang dilakukan semuanya, ada juga yang hanya beberapa bagian saja. Semua tergantung kepada tingkat kanker yang diderita.

  • Radioterapi (Terapi Radiasi)

Terapi penderita kanker payudara bisa dilakukan dengan cara melakukan penyinaran radio aktif ke lokasi dimana sel kanker tersebut berada. Sinar radioaktif tersebut bertujuan untuk menghancurkannya. Terapi ini dilakukan pasca operasi untuk menghilangkan masih tersisanya sel kanker di dalam tubuh.

Jenis radio terapi penderita kanker payudara dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain :

  1. Terapi radiasi payudara
  2. Terapi radiasi dinding dada
  3. Boosting payudara
  4. Terapi radiasi getah bening
  5. Brachytherapy payudara
  6. Kemoterapi

Demikianlah beberapa jenis terapi penderita kanker payudara di bidang medis atau kedokteran. Sebetulnya masih banyak teknik terapi lain yang diupayakan oleh masyarakat, seperti terapi obat herbal, alternatif, dan lain sebagainya. Apapun pilihan terapi yang dilakukan, sebaiknya memilih yang telah banyak dibuktikan keberhasilannya.

Berbagai Pilihan Terapi Penderita Kanker Payudara

Saat seorang wanita divonis menderita kanker payudara, maka pikiran, semangat, keinginan untuk bertahan hidup dan mental akan terganggu karena terlalu membayangkan efek buruk yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Hal tersebut seharusnya tidak demikian, karena penderita penyakit kanker payudara memiliki berbagai cara untuk mengantisipasinya, termasuk dengan melakukan terapi penderita kanker payudara yang khusus.

Umumnya orang mengetahui bahwa satu satunya cara menghilangkan kanker payudara adalah dengan cara pengangkatan atau kemoterapi, padahal sebenarnya ada banyak cara terapi lain yang bisa dicoba, salah satunya melakukan pengobatan dengan obat herbal khusus kanker payudara. Cara itu bisa dikategorikan sebagai terapi penderita kanker payudara yang aman, murah, alami, dan tidak terlalu banyak efek samping.

Kemoterapi memang cukup efektif dalam mematikan sel kanker, tetapi jika tubuh kurang kuat dalam mengantisipasi zat zat yang dimasukkan, malah bisa membuat pasien yang melakukannya terserang gejala mual, insomnia, muntah, kelelahan, dan rambut rontok. Oleh karena itu, kemoterapi mungkin menjadi pilihan terakhir yang akan diambil oleh orang yang memiliki penyakit kanker, termasuk payudara.

Ada pula yang memilih jenis terapi penderita kanker payudara dengan berobat ke klinik supranatural. Cara pengobatannya biasanya mengharuskan pasien melakukan hal tertentu, dibantu dengan amalan, dan doa tertentu. Bagi sebagian orang yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi mungkin hal ini efektif, tetapi harus dipastikan juga bahwa yang melakukan pengobatan supranatural tersebut memang memiliki kemampuan special dalam hal pengobatan. Jangan sampai Anda tertipu dengan iming iming kesembuhan penyakit secara supranatural dari pihak yang kurang bertanggung jawab.

Langkah lebih baik yang harus dilakukan sejak dini adalah mencegah agar kita tidak terserang penyakit ini, atau jika memang kita ditakdirkan mengalaminya, minimal bisa mendeteksinya sejak dini agar bisa dilakukan penanganan lebih awal. Jangan tunggu hingga kita harus melakukan berbagai terapi penderita kanker payudara, terlebih kemoterapi.

Semoga informasi tentang berbagai pilihan terapi penderita kanker payudara ini bisa bermanfaat untuk Anda. Mari kita jaga kesehatan kita, karena sehat itu mahal!

Faktor Resiko Kanker Payudara Yang Tidak Dapat Dikontrol

kanker_payudara
Seperti kita ketahui bersama bahwa faktor resiko kanker payudara adalah apa saja yang mungkin bisa meningkatkan resiko Anda terkena kanker payudara. Artikel kali ini akan membahas Faktor Resiko Kanker Payudara Yang Tak Dapat DiKontrol. Apa saja faktor-faktor resiko tersebut? Silahkan dilanjut…

Faktor Resiko Kanker Payudara Yang Tidak Dapat DiKontrol :

1. Jenis Kelamin/Gender. Menjadi seorang wanita merupakan faktor resiko yang paling signifikan untuk menderita kanker payudara. Meskipun laki-laki bisa terkena kanker payudara juga. Akan tetapi sel-sel payudara perempuan terus berubah dan berkembang, terutama disebabkan oleh aktivitas hormon estrogen dan progesteron pada wanita. Hal membuat wanita beresiko lebih besar untuk kanker payudara.

2. Usia. Usia adalah faktor resiko kanker payudara yang terbesar kedua. Dari usia 30 hingga 39 tahun, risikonya adalah 1:233, atau 43%. Kemudian 1:27, atau hampir 4%, pada saat usia Anda 60 tahun.

3. Riwayat keluarga. Jika Anda memiliki kerabat tingkat pertama (ibu, anak perempuan, adik) yang terkena kanker payudara, atau Anda memiliki kerabat yang terkena payudara atau kanker ovarium (terutama sebelum mereka berusia 50 tahun), Anda beresiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

4. Riwayat Pribadi. Jika Anda telah didiagnosa terkena kanker payudara sebelumnya, maka resiko anda akan meningkat lebih tinggi untuk terkena kanker lagi di payudara yang sama atau payudara lainnya, dibandingkan  jika Anda belum terkena kanker payudara.

5. Warna kulit/Ras. Wanita kulit putih beresiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan wanita Afrika Amerika. Wanita Asia dan penduduk asli Amerika memiliki resiko lebih rendah menderita dan meninggal akibat kanker payudara.

6. Terapi radiasi di dada. Terapi radiasi ke daerah dada semasa kecil ataupun saat remaja untuk pengobatan kanker lain secara signifikan juga akan meningkatkan resiko kanker payudara. Peningkatan eisiko ini tertinggi jika radiasi diberikan saat payudara masih berkembang (selama masa remaja).

7. Perubahan sel payudara. Perubahan yang tidak biasa dalam sel payudara yang ditemukan selama biopsi payudara (pengangkatan jaringan yang mencurigakan untuk diperiksa di bawah mikroskop) dapat menjadi faktor resiko terkena kanker payudara. Perubahan ini termasuk pertumbuhan berlebih dari sel-sel (disebut hyperplasia) atau terlihat abnormal (atipikal).

8. Paparan estrogen. Karena hormon estrogen pada wanita merangsang pertumbuhan sel payudara, paparan estrogen selama jangka waktu yang lama, tanpa istirahat, dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Contohnya antara lain adalah:

* mulai menstruasi pada usia muda (sebelum usia 12 tahun) akan mengalami menopause pada usia akhir (setelah 55 tahun)
* paparan estrogen di lingkungan (seperti hormon dalam daging atau pestisida seperti DDT, yang memproduksi zat seperti estrogen ketika diolah oleh tubuh)

9. Kehamilan dan menyusui. Kehamilan dan menyusui mengurangi jumlah keseluruhan siklus haid dalam hidup seorang wanita, dan ini tampaknya mengurangi resiko kanker payudara di masa depan. Wanita yang tidak pernah hamil  atau kehamilan pertama terjadi setelah usia 30 tahun, memiliki peningkatan resiko kanker payudara. Bagi wanita yang memiliki anak, menyusui mungkin sedikit menurunkan risiko kanker payudara mereka, terutama jika mereka terus menyusui selama 1 1/2 sampai 2 tahun. Namun bagi banyak wanita, untuk menyusui selama ini tidak mungkin dan tidak praktis.

10. Paparan dietilstilbestrol (DES). Wanita yang mengkonsumsi obat yang disebut dietilstilbestrol (DES), yang digunakan tahun sejak 1940 sampai 1960-an untuk mencegah keguguran, dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Wanita yang ibunya mengkonsumsi DES selama kehamilan mungkin memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara juga.

Demikianlah artikel Faktor Resiko Kanker Payudara Yang Tidak Dapat Dikontrol ini. Semoga bermanfaat. Salam!