Tag Archives: ibu melahirkan

Periode Menstruasi Setelah Melahirkan

Setelah melewati masa penantian selama berbulan-bulan untuk menunggu kelahiran sang bayi dari kandungan, biasanya sang Ibu akan melewati masa menstruasi yang berbeda-beda tergantung hormonal yang dimiliki sang ibu. Menstruasi setelah melahirkan sering menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena cukup unik. Namun sayangnya agak sedikit sulit untuk menentukan waktu menstruasi karena setiap ibu memiliki karakteristik tubuh yang berbeda.

Seorang ibu yang menyusui anaknya memiliki siklus haid yang berbeda dengan ibu yang hanya memberi botol formula. Mereka cenderung mengalami menstruasi lebih terlambat dari pada ibu yang tidak menyusui. Dalam suatu kasus, masa penantian menstruasi setelah melahirkan bisa hingga setahun setelah kelahiran sang bayi.

Seperti yang dilansir oleh babycentre.uk, seorang ibu yang cenderung memiliki bayi tenang dan tidak berisik saat malam hari, memiliki kemungkinan untuk menstruasi lebih awal. Namun apabila ditilik secara rata-rata, periode menstruasi seorang ibu setelah melahirkan biasanya antara 3-8 bulan. Pada intinya adalah, semakin intensif anda menyusui sang bayi dan semakin lama dia menyusu kepada anda, semakin lama pula masa penantian menstruasi setelah melahirkan.

Meskipun seorang ibu sedang dalam masa menyusui, hal tersebut tidak menjamin berhentinya proses ovulasi. Apabila alat reproduksi sang ibu masih bisa berovulasi, kemungkinan hamil saat menyusui pun bisa terjadi. Sehingga ada baiknya untuk tidak mengabaikan kegunaan alat kontrasepsi meski sedang menyusui. Bergantung sepenuhnya pada proses menyusui tanpa menggunakan alat kontrasepsi tak sepenuhnya bisa mencegah kehamilan.

Akan tetapi apabila sang ibu rutin menyusui dan usia sang bayi dibawah enam bulan dan belum menstruasi sama sekali, tanpa alat kontrasepsi pun sudah cukup. Memang, perbedaan kecepatan masa menstruasi setelah melahirkan tergantung pada pilihan kita untuk menyusui atau tidak menyusui sang bayi. Menurut beberapa ahli, sekitar 80% wanita yang tidak menyusui mendapatkan menstruasi 3 bulan sesudah melahirkan. Ini memang masa yang lebih cepat dibandingkan dengan ibu yang menyusui.

Namun, sekali lagi keputusan tersebut tidak bisa menjadi patokan untuk menentukan lebih cepatnya seseorang mengalami menstruasi karena setiap ibu memiliki hormon yang berbeda-beda. Berdasarkan penuturan kebanyakan ibu yang telah melahirkan, seringkali darah menstruasi pertama kali setelah melahirkan begitu kental dan sangat deras sehingga tak jarang para ibu menggunakan dua pembalut untuk mencegah kebocoran.

Tentu saja, menstruasi adalah karakteristik yang secara khusus dimiliki oleh perempuan dan dengan kadar hormon yang berbeda, terjadinya menstruasi setelah melahirkan pun juga bisa berbeda-beda.

Kenapa Siklus Menstruasi Setelah Melahirkan Tidak Teratur

Ada perbedaan kasus menstruasi yang terjadi pada wanita! Salah satu yang menjadi perbedaan adalah jangka waktu mengalami hal tersebut. Umumnya menstruasi setelah melahirkan temponya lebih lama dibandingkan dengan menstruasi yang terjadi pada wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan. Apabila Anda baru saja melahirkan dan mengalami menstruasi yang tidak biasa dalam waktunya, maka tidak perlu bimbang dan khawatir sebelum membaca artikel berikut ini, karena akan saya jelaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi dan Anda alami.

Menstruasi setelah melahirkan yang lama dan prosesnya panjang disebabkan oleh banyak faktor antara lain :

1. Pendarahan pasca melahirkan

Setelah melahirkan, akan banyak pendarahan yang terjadi. Walaupun secara fisik darah yang keluar tersebut menyerupai darah menstruasi, tetapi darah tersebut adalah darah yang tersisa dari pendarahan yang terjadi di dalam rahim. Pengeluaran darah tersebut akan terjadi dalam rentang waktu 3 sampai 5 hari, dan jumlahnya lebih banyak dan berbentuk gumpalan. Tak heran kalau pada periode pasca kehamilan ini wanita akan menggunakan pembalut khusu bersalin.

2. Siklus tidak menentu yang disebabkan oleh fisik dan mental

Menstruasi setelah melahirkan mungkin bisa kembali siklusnya seperti sediakala kalau kita bisa bertahan secara fisik dan mental. Namun, karena situasi dan kondisi tidak mendukung hal tersebut, membuat para ibu yang telah melahirkan mengalami siklus menstruasi yang tidak menentu.

Sekurang kurangnya, ibu yang baru melahirkan akan mengalami menstruasi setelah 10 minggu, hal tersebut berjalan secara normal. Namun, untuk menuju siklus menstruasi selanjutnya akan ada penundaan selama kurang lebih 5 bulan. Hal tersebut terus terjadi, sehingga untuk mengantisipasinya diperlukan peran suami dalam mengembalikan mental sang istri, juga untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizinya agar fisiknya kembali pulih seperti sediakala.

3. Kewajiban menyusui memiliki peran yang cukup penting

Kewajiban seorang ibu untuk memberikan ASI eksklusif membuat menstruasi setelah melahirkan tidak seperti saat gadis dulu. Pada saat menyusui, tubuh mengeluarkan hormon prolaktin yang berfungsi untuk meningkatkan kelenjar hipofisis agar memproduksi ASI lebih banyak. Proses tersebut akan membuat ovulasi tertekan, sehingga proses dan siklus menstruasi tidak teratur.

Semoga informasi ini membuat Anda yang merasa khawatir dengan siklus menstruasi setelah melahirkan yang tidak teratur menjadi lebih tenang, karena hal tersebut wajar dan akan dialami oleh setiap ibu yang baru melahirkan. Semoga bermanfaat 🙂

Tenang Saat Akan Melahirkan

Ratna tampak gelisah di depan kamar. Hatinya menjadi tidak tenang beberapa hari terakhir. Yah, sebagai calon ibu baru tentu saja dia cemas menanti kelahiran buah hatinya yang tak kunjung datang. Minggu ini sudah menginjak minggu ke 40, tapi si jabang bayi belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan lahir, padahal sudah jauh hari pak Ratna mempersiapkan kebutuhan untuk ibu melahirkan, mulai dari biaya persalinan, kendaraan, hingga kamar bayi.

Sebenarnya apa saja sih persiapan ibu melahirkan yang harus dilakukan? Menurut beberapa bidan, hal yang harus dipersiapkan saat akan melahirkan adalah sebagai berikut:
1. Menentukan tempat persalinan. Dalam menentukan tempat bersalin ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pertimbangan. Diantaranya adalah:
a. Kelengkapan peralatan medis untuk wanita hamil yang memiliki resiko tinggi, seperti penderita hipertensi, panggul sempit, kelainan jantung. Nah untuk wanita hamil yang seperti ini tempat bersalin yang aman adalah di rumah sakit yang memiliki peralatan yang lengkap agar cepat penanganannya.
b. Jarak dan biaya. Pertimbangan jarak akan menjadi kemudahan dalam penanganan kelahiran yang cepat, sementara biaya dapat disesuaikan dengan kemampuan
c. Fasilitas yang diberikan. Hal ini terkait dengan penanganan plasenta dan kenyamanan ruang persalinan

2. Mempersiapkan Tubuh. Maksudnya adalah persiapan dengan membersihkan tubuh dari kotoran yang melekat untuk menghindari terjadinya infeksi pasca melahirkan. Contohnya adalah dengan mandi, dan buang air besar (BAB), dan mencukur bulu kemaluan.

3. Banyak melakukan aktivitas yang dapat memperlancar persalinan seperti sholat, dan berjalan-jalan.

4. Menjaga Emosi. Kondisi emosi yang tidak stabil yang ditimbulkan karena ketakutan pada proses persalinan dapat berpengaruh terhadap psikis dan keselamatan, jadi usahakan agar ibu melahirkan tidak panik atau takut. Bersikap tenang dan baik akan membantu kelancaran proses persalinan. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat diperlukan.

5. Mempersiapkan kebutuhan untuk persalinan bagi ibu, ayah , maupun calon bayi, seperti pakaian ganti, alat mandi, radiotape atau MP3, minyak untuk memijat dan bantal. Usahakan pakaian untuk ibu adalah pakaian dengan bukaan kancing di dada untuk memudahkan proses menyusui, sementara untuk bayi, carilah bahan pakaian yang lembut dan tidak menyebabkan iritasi seperti bahan dari flanel dan katun. Jangan lupakan perlengkapan bayi seperti bedak, minyak telon, selimut dan popok.

Demikianlah hal-hal yang harus dipersiapkan bagi ibu melahirkan sebelum persalinan.