Tag Archives: Campak Jerman

Ayo.. Kenali Perbedaan Campak dan Campak Jerman!

Sama-sama menyebabkan ruam merah pada kulit dan bentol-bentol berwarna merah di sekujur tubuh, membuat kita terkadang merasa kesulitan untuk mengenali perbedaan campak dan campak jerman.

Salah mendiagnosa penyakit tersebut akan berakibat kurang maksimal dalam penyembuhannya. Sayang sekali, sebagian besar masyarakat awam yang tak mengenali perbedaan campak dan campak jerman. Mereka tidak menyadari bahwa mengetahui perbedaan tersebut adalah suatu hal yang penting.

Lain halnya jika kita mengetahui perbedaan campak dan campak jerman, penanganan yang tepat akan bisa dilakukan tanpa harus menunggu keadaan menjadi semakin parah. Perlu diketahui Campak jerman termasuk kategori campak yang menakutkan dan sering menyerang orang dewasa. Penyebab utama munculnya campak Jerman adalah virus Rubella. Apabila terdapat virus Rubella pada tubuh pasien, tak bisa dielakkan lagi sang pasien menderita campak Jerman. Lain halnya dengan campak biasa yang penyebabnya adalah virus Morbili.

Ditinjau dari kemunculan ruam merah pada kulit, rata-rata penderita campak Jerman mengalami ruam merah pada area wajah ke bawah dan kemunculannya biasanya hanya tiga hari. Sedangkan untuk campak biasa, ruam merah bisa dikenali dari sekujur tubuhnya dan biasanya cuma tiga hari pula.

Campak Jerman ditandai dengan munculnya gejala lain yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman, yaitu sakit kepala dan nyeri di area persendian. Jika ini terjadi, dapat dipastikan bahwa campak yang muncul dikategorikan campak Jerman. Adapun campak biasa, rata-rata tidak menimbulkan gejala lain, hanya deman dan flu biasa.

Campak Jerman memang lebih rumit dibanding dengan campak biasa. Jika seseorang menderita campak Jerman, kelenjar getah bening di sekitar telinga menjadi bengkak. Hal itu tidak ditemui pada campak yang biasa. Tentu saja, apabila campak Jerman menyerang ibu hamil, nyawa bayi akan terancam. Keberadaan virus Rubella dalam tubuh bisa membahayakan nyawa bayi dan menyebabkan kelahiran prematur.

Penanganan terhadap dua jenis campak ini pun sedikit berbeda. Vaksin yang digunakan untuk mengatasi campak biasa umumnya disuntikkan pada bayi berusia sembilan bulan. Ketika mereka menginjak TK B atau usia 6 tahun, mereka akan disuntik ulang. Sedangkan untuk Campak Jerman, vaksin yang digunakan termaksuk kategori MMR (Measles, Mumps dan Rubella) dan ini bisa disuntikkan kapan saja.

Sekarang, kita menjadi tahu betapa pentingnya mengenal perbedaan campak dan campak jerman agar kita bisa melakukan tindakan tepat untuk mengatasinya.

Cara Pengobatan Dan Perawatan Campak Jerman Yang Tepat

Ilmu tentang pengobatan serta perawatan berbagai penyakit menjadi hal yang penting untuk diketahui karena jika hal tersebut dikuasai, maka kita tidak akan mudah panik dan bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan benar. Seperi halnya dengan campak Jerman, maka pemahaman tentang cara pengobatan dan perawatan campak Jerman sebaiknya diketahui juga.

Campak Jerman adalah sejenis penyakit campak yang porsinya tidak seperti penyakit campak biasa. Penyakit ini memiliki resiko penularan yang rendah serta sangat jarang sekali dialami oleh anak anak. Tapi walaupun tidak terlalu beresiko, apabila penyakit ini diderita oleh ibu hamil, maka akan mengakibatkan kelainan bayi dan kematian atau keguguran bayi.

Saat gejala penyakit campak Jerman mulai kelihatan, yang ditandai dengan demam selama 1 sampai 5 hari, nyeri persendian serta tenggokan agak sakit dan memerah. Gejala ini sangat mudah sekali ditemukan pada anak anak, sedangkan bagi orang dewasa gejala gejala tersebut bahkan tidak terlihat sama sekali. Kelanjutan dari gejala tersebut adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit yang berlangsung selama kurang lebih 3 hari.

Apabila Anda menemukan berbagai gejala di atas, maka cara pengobatan dan perawatan campak Jerman adalah sebagai berikut :

  1. Tidak usah panik

Panik adalah hal yang tidak perlu dalam menangani campak Jerman. Langkah yang paling tepat adalah dengan tetap tenang dan ikuti tips selanjutnya.

  1. Berikan obat penurun panas

Saat anak atau penderita campak Jerman mengalami demam tinggi, maka tidak ada pengobatan langsung yang diberikan kecuali memberikannya obat penurun panas.

  1. Penuhi kecukupan gizi dan nutrisinya

Karena penderitanya memiliki kecenderungan nafsu makan yang berkurang, maka langkah pengobatan dan perawatan campak Jerman adalah dengan tetap memberikannya asupan gizi dan nutrisi yang cukup.

  1. Jaga kebersihan badannya

Agar badan terasa segar dan bersih, maka saat campak melanda Anda sebaiknya selalu membersihkan badannya dengan cara dispon menggunakan air hangat.

Itulah cara pengobatan dan perawatan campak Jerman yang bisa Anda praktekkan. Jika prosesnya sudah terlewati, maka orang tersebut akan sembuh seperti sediakala. Semoga bermanfaat. 🙂

Obat Sakit Campak Paling Tepat

Campak adalah jenis penyakit yang umumnya diderita oleh anak anak. Kecenderungan ini sering membuat orang tua merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan atas gejala campak yang muncul pada diri sang anak. Banyak penanganan yang dilakukan, mulai dari memeriksakan kondisi kesehatan sang anak ke dokter, membeli obat sakit campak, dan sebagian orang tua yang masih memegang tradisi mengobati dengan cara menyiram dan memandikan sang anak dengan air yang sudah diberi do’a terlebih dahulu.

Artikel ini akan membahas tentang obat sakit campak yang tepat untuk diberikan kepada anak yang menderitanya. Sebagai orang tua yang faham tentang siklus penyakit ini, sebaiknya kita tidak terlalu khawatir dengan gejala yang muncul, seperti demam dan panas, batuk, dan munculnya ruam kemerahan yang menyebar secara bertahap di tubuh penderitanya.

Campak merupakan sebuah penyakit yang berlangsung sesuai siklus, rata rata anak mengalaminya dalam waktu 5 – 10 hari tergantung kepada kondisi kesehatan dan ketahanan tubuh yang dimiliki sang anak. Obat sakit campak yang paling efektif adalah dengan melakukan tindakan sebagai berikut :

  1. Ketahui jenis campaknya

Dalam kasus yang umum, campak terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu campak biasa dan campak Jerman. Khusus untuk campak Jerman, kejadiannya sangat jarang sekali terjadi. Ciri yang membedakan campak biasa dan campak Jerman adalah munculnya radang mata (conjunctivis) dan nafsu makan yang berkurang. Jika anak mengalami campak tanpa mengalami radang mata dan makan dengan porsi yang wajar, maka itu adalah campak biasa.

  1. Obati sesuai gejala yang muncul

Obat sakit campak yang paling tepat adalah mengobati sesuai dengan gejala yang muncul saja. Itu merupakan pencegahan dan pengobatan yang terbaik agar keadaan tubuh penderita campak tidak menjadi down. Jika muncul gejala batuk, maka cukup berikan obat batuk. Jika muncul gejala demam, berikan saja obat pereda demam. Pengobatan demikian bisa menghindari terjadinya komplikasi akibat tubuh tidak kuat menahan kondisi saat kemunculan gejala.

  1. Jaga kebersihan badan

Selama menderita penyakit campak, penderita tetap perlu menjaga kebersihan badannya. Kalau mandi ditakutkan akan membuat gejala demamnya lebih buruk, maka Anda bisa melakukan spons atau mengelap badannya dengan air bersih.

Karena campak adalah penyakit yang biasanya dialami sekali dalam seumur hidup, maka biarkan saja berproses secara alami dan sembut secara alami juga. Yang perlu dilakukan adalah pemberian obat sakit campak sesuai gejala yang muncul untuk menghindarkan komplikasi. Semoga bermanfaat 🙂

Perbedaan Campak Dan Campak Jerman Berdasarkan Gejalanya

Ada beberapa jenis campak yang bisa menyerang manusia, khususnya anak anak. Diantara sekian banyak jenisnya, campak biasa dan campak Jerman adalah yang paling sering menyerang. Untuk mengetahui jenis campak apa yang sedang dialami, maka kita harus mengetahui perbedaan campak dan campak Jerman.

Artikel ini akan mencoba menjabarkan secara ringkas dan sederhana tentang perbedaan campak dan campak Jerman tersebut berdasarkan gejala yang ditimbulkannya. Dari situ kita bisa mendiagnosa dan mengetahui campak jenis apa yang sedang dialami saat ini.

1. Campak Biasa (Rubeole)

  • Demam tinggi dengan suhu badan antara 38 sampai dengan 40 derajat celcius,
  • Kadang batuk dan hidung menjadi berair,
  • Terjadi radang mata (conjunctivis) dan silau saat melihat cahaya yang terlalu terang (photophobia),
  • Muncul bercak koplik bercak (koplik spots) di bagian dalam mulut dan bagian dalam pipi,
  • Pada puncak demam, akan muncul ruam merah yang bermunculan secara bertahap, mulai dari daerah sekitar muka, di belakang telinga, di sekitar garis rambut, dan kemudian semakin banyak dan melebar ke punggung, dada, paha, hingga ke kaki. Bagi sebagian anak, munculnya ruam ini biasanya disertai dengan rasa gatal.
  • Jenis ruam yang muncul berbeda, ada yang datar, dan ada yang timbul. Parah atau tidaknya penyakit campak ditandai dengan banyak atau tidaknya ruam merah tersebut.
  • Setelah gejala campak selesai, maka demam berangsur akan pulih dan ruam merah yang sebelumnya muncul akan hilang dengan sendirinya sesuai urutan kemunculannya.

2. Campak Jerman

Sebagian gejala yang ditimbulkan campak Jerman hampir menyerupai campak biasa, namun dari beberapa lainnya kita bisa tahu perbedaan campak dan campak Jerman, antara lain sebagai berikut :

  1. Demam dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 38 derajat celcius,
  2. Getah bening mengalami pembengkakan,
  3. Mata terasa perih dan nyeri,
  4. Muncul bintik merah yang memenuhi seluruh tubuh,
  5. Kulit menjadi kering,
  6. Persendian terasa sakit,
  7. Kepala terasa sakit
  8. Nafsu makan menurun.

Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah cukup memberikan gambaran tentang perbedaan campak dan campak Jerman? Semoga saja cukup 🙂

Cara Pengobatan Dan Perawatan Campak Jerman

Campak Jerman atau yang biasa dikenal dengan istilah Rubella adalah salah satu jenis campak yang bisa menyerang siapa saja. Saat hal tersebut sudah melanda, maka harus dilakukan pengobatan dan perawatan campak Jerman yang tepat, agar penyakit tersebut bisa segera disembuhkan. Penyakit ini diakibatkan oleh serangan virus yang tidak ada obat yang bisa melawannya. Yang bisa menyembuhkan penyakit ini adalah tubuh sang pasien dan daya tahan tubuhnya. Oleh karena itu, yang menjadi pokok penting dalam melakukan pengobatan campak Jerman adalah dengan menjaga dan merawat sang pasien agar bisa melewati prosesnya, dan bisa terhindar dari berbagai kemungkinan datangnya jenis penyakit lain.

Secara mendasar, berikut adalah cara pengobatan dan perawatan campak Jerman yang bisa dilakukan :

1. Berikan obat penyembuh saat gejalanya datang

Gejala awal penyakit campak Jerman adalah demam panas. Saat anak mengalaminya, berikan saja obat penurun panas yang sesuai. Selain panas, gejala yang muncul pun kadang disertai dengan batuk, jika demikian berikan saja obat pereda batuk. Demikian juga saat muncul gejala diare, berikan saja obat untuk mengatasi diarenya. Yang pasti, jangan biarkan semua gejala yang muncul tanpa dilakukan pengobatan, karena nantinya ketahanan tubuh akan semakin menurun.

2. Berikan vitamin dan suplemen makanan lainnya

Agar ketahanan tubuh terjaga, dan si anak penderita campak Jerman bisa kuat menghadapi semua gejala yang datang, berikan saja suplemen makanan dan vitamin yang berkhasiat untuk menjaga kestabilan tubuhnya.

3. Cukupkan istirahatnya

Tubuh akan me-recharge kembali tenaganya melalui proses tidur. Oleh sebab itu, buat agar anak yang menderita campak mendapatkan kecukupan istirahat.

4. Berikan makanan yang kaya nutrisi

Makanan pun harus dipilih dengan baik agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Perhatikan pula kebersihan dan cara mengolahnya. Makanan yang lunak dan mudah dicerna adalah pilihan yang tepat agar anak tidak menganggu sistem pencernaannya.

5. Jaga kebersihan tubuhnya

Selain memperhatikan cara pengobatan dan perawatan campak Jerman di atas, pasien yang terserang penyakit ini pun harus diperhatikan kebersihannya. Yang harus dilakukan minimal mandi atau mengelapnya dengan air hangat 1 kali dalam sehari.

Itulah beberapa cara pengobatan dan perawatan campak Jerman yang bisa Anda lakukan. Saat anak mengalami kepala pusing, leher kaku, sakit telinga, atau gangguan pada mata, maka bisa dipastikan anak tersebut mengalami komplikasi dan harus segera dibawa ke dokter. Semoga bermanfaat 🙂