Kelainan Pada Alat Reproduksi

Sistem reproduksi manusia dapat mengalami penyakit atau gangguan akibat adanya kelainan pada alat reproduksi. Kelainan ini dapat terjadi akibat disfungsi organ, atau sebagai efek samping dari penyakit lainnya. Berikut ini adalah beberapa kelainan pada sistem reproduksi manusia.

Endometriosis merupakan gangguan pada sistem reproduksi wanita akibat adanya tumbuhnya jaringan endometrium (dinding rahim) di luar rahim, seperti sekitar ovarium, Tuba Fallopi, mulut rahim, dan sebagainya. Gejalanya berupa nyeri perut, sakit pinggang, dan nyeri saat menstruasi, akibat pengelupasan jaringan endometrium.

Selain endometriosis, hamil anggur (Mola Hidatidosa) adalah kehamilan abnormal yang tidak berisi janin, tetapi berisi tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan janin. Istilah “hamil anggur” digunakan karena bentuk tumor tersebut mirip dengan gerombolan buah anggur. Kelainan ini muncul diduga karena kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim. Hamil anggur dapat menyebabkan kesakitan, atau bahkan kematian karena perdarahan.

Sistem reproduksi wanita juga bisa mengalami kelainan akibat faktor bawaan, misalnya penyempitan Tuba Fallopi. Saluran Tuba Fallopi yang sempit akan membuat sperma sulit menjangkau bagian dalam, sehingga menyulitkan terjadinya pembuahan sel telur.

Sistem reproduksi pada pria juga berpotensi terkena kelainan pada alat reproduksi. Impotensi merupakan kelainan sistem reproduksi pria yang mungkin sering Anda dengar. Penyakit ini merupakan ketidakmampuan penis untuk melakukan ereksi atau mempertahankan ereksi. Kelainan ini dapat disebabkan beberapa hal, seperti gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, dan gangguan sistem saraf.

Hipogonadisme merupakan kelainan berupa penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon pada pria, seperti hormon androgen dan estrogen. Gangguan ini dapat menyebabkan kemandulan, impotensi, dan tidak ada tanda-tanda kepriaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan terapi hormon.

Salah satu kelainan pada alat reproduksi pria lainnya adalah Kriptorkidisme, atau kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam buah zakar pada waktu bayi. Terapi untuk menangani kelainan ini adalah dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang produksi testosteron.




Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN