Category Archives: Pencernaan

Cukupi Kebutuhan Magnesium Untuk Mencegah Berbagai Penyakit

Magnesium adalah sejenis mineral yang kandungannya cukup banyak di dalam tubuh. Hal itu memang dibutuhkan agar tubuh tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Saat kandungan magnesium dalam tubuh berkurang atau asupannya hanya sedikit, maka akan muncul berbagai kemungkinan timbulnya penyakit. Oleh karena itu, kita harus mempertimbangkan menu makanan yang mengandung magnesium untuk mencegah berbagai penyakit.

Beberapa jenis penyakit yang bisa dicegah dengan memenuhi kebutuhan magnesium adalah sebagai berikut :

1. Osteoporosis

Kepadatan tulang yang menurun atau keroposnya tulang salah satunya disebabkan ileh kurangnya magnesium dalam tubuh, karena magnesium merupakan salah satu unsur mineral penyusun tulang yang utama. Jadi, jika Anda ingin terhindar dari osteoporosis, maka cukupi kebutuhan kalsium dan magnesium Anda.

2. Lemah dan tidak bertenaga

Magnesium pun bisa menjaga agar fungsi otot bekerja normal. Saat Anda merasa kekuatan otot berkurang, hal itu disebabkan terjadinya defisiensi magnesium dalam tubuh Anda.

3. Terganggunya metabolisme

Awal mula kemunculan gangguan kesehatan adalah dikarenakan terganggunya metabolisme. Dan salah satu yang membuat terganggunya metabolisme adalah kurangnya magnesium dalam tubuh, dikarenakan magnesium memiliki peran yang sangat penting dalam membantu tubuh melakukan sintesis protein, mengaktifkan enzim metabolisme, dan menghasilkan energi untul sel. Oleh karena itu, cukupi kebutuhan magnesium untuk mencegah berbagai penyakit, karena metabolisme kita lancar dan sehat.

4. Gangguan pencernaan

Mediasi dari proses pencernaan bisa didukung dengan kecukupan magnesium. Dengan memenuhi kebutuhannya, maka kita bisa tercegah dari penyakit konstipati, kram perut, muntah, flatulen dan nyeri perut.

5. Diabetes

Magnesium pun sangat berperan dalam mengendalikan dan mengontrol kadar gula darah. Reaksi insulin yang terjadi bisa ditingkatkan dengan magnesium, sehingga kadar glukosa terkendali dan Anda bisa terhindar dari penyakit diabetes.

6. Hipertensi / tekanan darah tinggi

Magnesium pun berperan penting dalam mengendalikan dan mengontrol tekanan darah. Tidak sedikit orang yang mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi dikarenakan terjadinya defisiensi magnesium dalam tubuhnya. Dengan mencukupi kebutuhan magnesium, Anda bisa mengontrol tekanan darah, juga bisa menghindari terjadinya komplikasi hipertensi.

Itulah beberapa penyakit yang bisa dicegah jika kita memperhatikan kadar magnesium dalam tubuh kita. Pilih makanan tepat yang mengandung magnesium untuk mencegah berbagai penyakit datang melanda.

Ikuti Cara Ini Untuk Menjaga Bakteri Baik Dalam Pencernaan

Di dunia ini ada banyak sekali jenis makhluk organik yang hidup di sekitar kita, termasuk di dalam tubuh kita yang disebut dengan bakteri. Tapi, tidak semua bakteri memberikan kontribusi positif untuk kita. Yang memberikan konstribusi negatif disebut dengan bakteri buruk, dan sebaliknya yang memberikan kontribusi positif disebut dengan bakteri baik. Agar bisa mendapatkan kualitas kesehatan yang baik, maka kita harus bisa menjaga bakteri baik dalam pencernaan dengan cara yang sebenarnya mudah sekali dilakukan, namun karena ketidaktahuan dan rasa acuh terhadap kesehatan membuat kebanyakan manusia tidak terlalu menghiraukannya.

Artikel kali ini akan membahas tentang cara menjaga bakteri baik dalam pencernaan, jika itu dilakukan maka kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya, berupa kesehatan dan keamanan sistem pencernaan dan semua proses yang terjadi didalamnya. Oke, langsung saja kita ulas tentang cara yang dimaksud!

  1. Konsumsi Susu

Banyak orang beranggapan bahwa susu hanya cocok untuk dikonsumsi oleh bayi atau balita! Anggapan itu sama sekali keliru, karena yang namanya susu adalah sebuah cairan minuman yang memiliki nilai gizi paling lengkap yang ada saat ini, tentunya tergantung jenis susu dan kadar yang dimilikinya.

Jika selama ini Anda tidak pernah meminum susu, atau masih jarang meninumnya, maka mulailah untuk membiasakannya. Pilihlah susu yang tepat menurut Anda atau sesuai yang dianjurkan dokter. Teknologi pengolahan susu yang ada saat ini memungkinkan untuk menambahkan unsur bakteri baik dalam susu sehingga bisa memberikan dampak positif bagi yang meminumnya.

Dengan konsentrasi bakteri baik dalam pencernaan akan bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri jahat, sehingga kesehatan bisa lebih terjaga. Jika jumlah bakteri baik lebih sedikit dibandingkan bakteri jahat, maka pencernaan kita akan mudah terganggu, tapi jika sebaliknya, maka itu akan menguntungkan untuk kita. Jadi, upaya pertama untuk menjaga bakteri baik dalam pencernaan adalah dengan menambahkan jumlahnya dengan secara rutin mengkonsumsi susu.

  1. Probiotik dan Prebiotik

Orang awam pasti akan keliru menyimpulkan maksud dari dua kata yang serupa tapi tak sama ini. Probiotik adalah kandungan bakteri baik dalam susu, sedangkan prebiotik adalah senyawa dari karbohidrat seperti laktoferin, laktulosa, dan inulin yang tidak dicerna enzim pencernaan.

Prebiotik sangat membantu tubuh dalam melakukan penyerapan kalsium, dan jika disandingkan dengan bakteri baik akan menghasilkan manfaat yang lebih baik. Oleh karena itu, menentukan probiotik dan memasukkan prebiotik dalam tubuh bisa menjadi upaya tepat dalam menjaga bakteri baik dalam pencernaan.

Itulah 2 cara menjaga bakteri baik dalam pencernaan.

Pamahaman Tentang Gejala Penyakit Wasir Harus Diketahui Sejak Dini

Mengetahui sejak dini tentang gejala penyakit wasir akan membuat kita terhindar dari kemungkinan lebih buruk yang akan ditimbulkan oleh penyakit ini. Sebagai orang yang peduli akan kesehatan dan kualitas hidup maksimal, maka mempelajari dan memahami tentang gejala setiap penyakit harus menjadi agenda dalam keseharian kita. Atau kalau masih tidak sempat untuk melakukannya, kita bisa menyimpan beberapa referensi informasi tentangnya, yang pada saat diperlukan bisa kita baca dan pelajari.

Pada artikel ini, akan dibahas tentang gejala penyakit wasir yang umumnya dialami oleh penderita penyakit wasir. Selamat menyimak!

1. Mengeluarkan darah saat buang air besar

Jika suatu waktu Anda buang air, dan melihat pada feces atau dari anus Anda keluar darah, maka hal tersebut bisa jadi gejala penyakit wasir. Jangan biarkan hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Segeralah lakukan tindakan antisipatif dengan memeriksakan ke dokter untuk didiagnosa lebih lanjut.

2. Ada bagian yang terasa keluar di bagian anus

Saat melakukan BAB atau sesudahnya, Anda merasa seperti ada sesuatu yang menonjol keluar di bagian anus. Hal tersebut biasanya terjadi kalau Anda mengalami kesulitan saat BAB (sembelit/konstipati). Jika hal tersebut terjadi, maka gunakan tangan Anda untuk mendorong bagian yang keluar tersebut agar bisa masuk kembali! Karena kalau dibiarkan begitu, maka bagian tersebut akan terjepit saat anus menutup, akan terasa sakit karena terjadi gesekan, dan paling parah jika terjadi pembekuan darah di bagian dalam.

3. Terasa gatal pada bagian pruritus ani

Keadaan dan rasa gatal di bagian tubuh ini adalah salah satu gejala penyakit wasir juga. Hal tersebut terjadi karena ada bagian wasir yang keluar, sehingga menyebabkan pembersihan anus secara lebih efisien agak terhambat. Karena hal tersebut, terkumpullah partikel kecil dari feses di bagian kulit perianal yang bertindak sebagai iritan dan menyebabkan gatal. Jika gejala Anda sudah sampai pada kejadian ini, maka lakukan tindakan pengobatan, karena kalau dibiarkan iritan tersebut memiliki potensi menjadi kanker.

Itulah beberapa gejala penyakit wasir yang sebaiknya Anda ketahui. Jika semua gejala tersebut dialami, lakukan pencegahan lebih dini dan pengobatan yang sesuai dengan obat yang sudah terbukti memberikan khasiat ampuh dalam menyembuhkan penyakit wasir.

Penyakit Radang Usus Buntu

Anda pasti sering mendengar tentang penyakit radang usus buntu, namun tahukah Anda apa penyebab dan juga gejalanya? Usus buntu adalah bagian usus yang berada tepat didalam rongga perut dan berfungsi sebagai salah satu benteng atau imunitas tubuh dari serangan penyakit. Nah, apabila usus buntu terkena infeksi atau yang umum disebut dengan radang usus buntu, maka seseorang akan merasakan sakit yang luar biasa, bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan perawatan medis.

Banyak orang berpendapat bahwa radang usus buntu terjadi akibat mengonsumsi biji-bijian, seperti cabai, jambu biji, dan lain sebagainya. Hal itu hanyalah mitos yang tidak terbukti kebenarannya secara medis. Penyebab dari penyakit radang usus buntu adalah masuknya beberapa benda asing kedalam usus yang tidak bisa dicerna dengan baik. Akibatnya terjadi pembesaran pada kelenjar limfoid yang menguntungkan bakteri untuk berkembang biak. Gejala awal penyakit usus buntu ini bisa dikatakan sangat sulit dibedakan dengan gangguan lambung ataupun penyakit radang usus besar, yakni tidak bisa kentut dan BAB, mual, muntah, nyeri pada ulu hati yang berpindah-pindah dari perut bagian tengah dan bagian kanan bawah.

Meskipun memiliki gejala yang hampir sama dengan gangguan lambung, namun pada penyakit radang usus buntu ini biasanya rasa nyeri akan menetap pada bagian perut kanan bawah. Cara mudah yang biasanya dilakukan untuk memastikan penyakit usus buntu adalah dengan menekuk kaki kanan hingga lutut. Jika Anda merasakan nyeri yang sangat hebat di daerah selangkangan hingga ke perut kanan, maka bisa jadi Anda memang mengalami radang usus buntu.

Meskipun begitu, untuk mendiagnosis penyakit radang usus buntu, biasanya dokter akan melakukan USG, karena biasanya peradangan yang terjadi pada usus buntu bisa terdeteksi oleh pemeriksaan USG. Selain itu, untuk menguatkan dugaan tersebut biasanya akan dilakukan tindakan foto sinar X. Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah operasi untuk mengangkat apendiks yang sudah terinfeksi bakteri (apendikstomi). Sebelum operasi dilakukan, pasien disarankan untuk puasa selama 6-8 jam agar operasi bisa berjalan dengan lancar. Radang usus buntu harus segera ditangani dengan baik agar tidak pecah dan menyebar ke bagian tubuh yang lain dan menyebabkan komplikasi, bahkan kematian. Untuk menghindari penyakit radang usus buntu, Anda bisa mengonsumsi cairan yang cukup dan makanan berserat tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda semua.

Waspadai Gejala Diare pada Ibu Hamil

Lagi-lagi kondisi ibu yang sedang hamil pelu perhatian yang super ekstra. Banyak sekali bahaya yang siap mengancam keselamatan dari calon ibu dan janin. Bukan bermaksud untuk menakuti atau membuat emosi menjadi tidak stabil tetapi bersikap hati-hati lebih baik daripada tidak waspada. Jadi jangan anggap remeh ketika seorang ibu hamil terkena diare.

Diare adalah kondisi dimana seseorang sering buang air besar lebih dari tiga kali dengan bentuk yang lebih lunak. Semua orang bisa terkena diare termasuk juga ibu hamil. Biasanya faktor penyebabnya adalah berasal dari makanan dan gaya hidup yang kurang bersih.

Jika gaya hidup kita sudah cukup sehat maka bisa disinyalir bahwa sumber dari datangnya diare tersebut berasal dari makanan yang tidak bersahabat dengan saluran pencernaan. Makanan yang pedas dan bersanta biasanya mampu memicu seseorang untuk terkena diare.

Selain kedua faktor tersebut ternyata faktor emosi yang tidak stabil dari ibu hamil juga memiliki peran yang penting untuk terjadinya diare. Kondisi emosi yang kurang stabil akan mampu merangsang produksi asam lambung dan mempengaruhi kinerja dari saluran pencernaan. Kondisi yang seperti inilah yang bisa memicu seorang ibu hamil untuk terkena diare.

Jika ibu hamil mengalami diare ringan maka tidaklah menjadi masalah. Namun jika seorang ibu hamil terkena diare akut maka hal tersebut bisa bermasalah. Kondisi diare yang akut sehingga seorang ibu hamil kehilangan cairan mampu mempengaruhi kinerja organ tubuh sehingga bisa saja terjadi kontraksi dan relaksasi otot.

Selain itu, kondisi diare yang disertai dengan demam juga mampu memicu terjadi kelahiran yang prematur dan keguguran. Jadi sebagai seorang ibu dan calon ayah sudah seharusnya selalu waspada manakala terjadi diare pada ibu hamil.

Sebagai langkah pengobatan pertama jika mengalami diare ringan adalah dengan banyak meminum air putih yang dicampur dengan madu. Sangat dilarang untuk mengkonsumsi obat diare yang ada di pasaran. Jangan mengkonsumsi produk olahan, susu, keju, kol, apel, kubis, jagung, kentang, roti, dan gandum. Disarankan untuk mengkonsumsi vitamin B dan asam folat.

Untuk langkah pencegahan agar tidak terjadi diare pada ibu hamil maka harus bisa mengatur emosinya agar kesehatan terjaga. Selain itu, selalu hidup sehat dan jangan mengkonsumsi obat pencahar.