Category Archives: Keputihan

Kok Keputihan Bisa Berdarah?

Keputihan bagi seorang wanita sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Hampir sebagian besar wanita pernah mengalaminya terutama saat selesai menstruasi. Keputihan sebenarnya adalah kondisi dimana vagina seorang wanita mengeluarkan cairan/lendir yang berwarna putih hingga kehijauan. Kondisi ini masih bisa dianggap sebagai sesuatu yang normal bila cairan yang keluar berwarna putih, namun bila keputihan berdarah atau berwarna kuning kehijauan dan berbau, tandanya keputihan ini sudah menjadi indikasi adanya suatu penyakit atau infeksi. Terlebih lagi bila cairan yang keluar ini mengeluarkan bau yang tidak sedap. Artinya anda harus segera memeriksakan diri ke dokter ahli penyakit kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Keputihan berdarah tidak membahayakan bila darah yang keluar adalah sisa haid. Artinya pada saat itu masa haid sebenarnya belum benar-benar berakhir. Namun bila keluarnya darah bukan disebabkan datang atau berakhirnya haid, artinya terjadi abnormalisasi pada serviks atau vagina.

Dokter biasanya akan mengambil sample dari cairan atau lendir yang berdarah tersebut, kemudian dianalisakan di laboratorium. Penyebab keputihan berdarah bisa bermacam-macam, salah satunya adalah infeksi bakteri yang bisa ditimbulkan dari pemakaian celana yang kurang bersih, atau kontaminasi dengan closet kotor yang biasanya berada di toilet umum.

Secara umum keputihan berdarah biasanya disebabkan oleh:
1. Adanya infeksi jamur Candidas atau Monilia.
Jamur ini memiliki tekstur yang kental, berwarna putih dan memiliki aroma yang kuat. Infeksi jamur candidas menyebabkan daerah kemaluan terasa gatal dan dalam jumlah besar jamur ini bisa menimbulkan infeksi yang menyebabkan keputihan berdarah

2. Infeksi virus HIV.
Virus HIV dapat menyebabkan timbulnya penyakit keputihan yang akut dan berlangsung secara lama. Inveksi ini akan menyebabkan kanker rahim dan penyakit berbahaya lain bila tidak segera ditangani

3. Gaya hidup. Gaya hidup juga merupakan faktor pemicu terjadinya keputihan yang berdarah. Gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup yang tidak sehat, misalnya sering berganti-ganti pasangan hidup, kurang menjaga kebersihan organ kewanitaan setiap harinya terutama setelah buang air, tidak mengganti pembalut dalam waktu yang lama.

Infeksi semacam ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Jangan membiasakan buang air di tempat yang kotor atau disembarang tempat. Gantilah pembalut setiap 2- 3 jam sekali untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan anda.

Kenali Penyebab Keputihan

Keputihan merupakan problema yang banyak terjadi pada kaum wanita. Penyebab keputihan sendiri ada beberapa macam, di antaranya adalah jamur dan bakteri. Jamur candida albicans sudah dikenal secara umum oleh masyarakat sebagai jamur penyebab keputihan. Kali ini kita akan mencoba mengenal bakteri penyebab keputihan.

Bakteri trichomonas vaginalis merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit pektay ini. Bakteri penyebab keputihan ini dapat menyerang baik pria maupun wanita. Hanya saja pada pria memiliki keluhan yang berbeda dari wanita. Namun keputihan yang menyerang pria memiliki dampak merugikan bagi pasangan seksualnya karena dapat mengalami keluhan keputihan seperti gatal, keluar cairan berbau dan lain sebagainya.

Bakteri trichomonas vaginalis hidup di tempat lembap dengan suhu tubuh normal, sehingga cocok untuk berkembang biak di area vagina yang cenderung lembap dan hangat. Cairan putih yang keluar ketika keputihan disebabkan oleh rusaknya eritrosit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang selanjutnya bakteri berkembang biak mengeluarkan secret berwarna putih dan berbau tidak sedap.

Mengenal Bakteri penyebab keputihan lainnya adalah bakteri Gardnella. Berbeda dengan keputihan yang disebabkan oleh trichomonas, pada keputihan yang disebabkan oleh Gardnella warna cairan yang keluar adalah keabu-abuan dan sifatnya encer. Bau dari cairan amis dan sangat menyengat. Terkadang cairan ini diikuti dengan buih. Pada beberapa wanita yang terinfeksi bakteri Gardnella, sering seperti keluar air kemih namun berwarna abu-abu bening. Dan membuat celana dalam menjadi semakin basah dan lembap.

Bagi individu yang terinfeksi Gardnella sebaiknya tidak mengenakan panty liners yang dianggap justru mengurangi masalah. Panty liners justru semakin membuat kondisi vagina menjadi lembap dan meningkatkan perkembangbiakan bakteri.

Pengobatan untuk keputihan yang disebabkan oleh bakteri ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi buah dan sayur secara teratur dapat membantu menambah vitalitas dan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Selain itu pemberian obat antibiotik juga perlu dilakukan guna memberantas bakteri secara langsung.

Untuk mencegah perkembangbiakan bakteri, sebaiknya tidak menggunakan air yang menggenang di bak khususnya ketika mencuci alat kelamin di tempat umum. Air mengalir lebih tepat dipakai karena tidak rentan terhadap kontaminasi bakteri. Kemudian penggunaan celana dari bahan katun yang menyerap kelembapan sangat bagus. Bahan dari satin dan nilon perlu dihindari.
Demikian mengenal bakteri penyebab keputihan semoga bermanfaat.

Tips Mengatasi Keputihan pada Wanita

anemia

Aduuuh, keputihan lagi! Apakah anda mengalami keputihan hingga mengganggu setiap aktivitas dan kesehatan anda? Mari mengenal lebih jauh tentang penyakit keputihan pada wanita berikut ini. Keputihan merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Patogen yang berkembang karena kurangnya kebersihan yang terjaga pada daerah organ intim wanita. Selain kebersihan, stress dan penggunaan obat-obatan seperti penggunaan antibiotik yang berlebihan atau alat kontrasepsi KB juga anda merupakan penyebabnya. Akibat fatal keputihan yang tak segera diatas adalah bisa terjadinya kemandulan, kanker mulut rahim, kehamilan Etopik yaitu kehamilan yang terjadi di luar kandungan hingga kematian.

Berikut tips yang bisa anda lakukan sebagai bagian dari upaya anda menjaga kesehatan organ intim, terutama keputihan pada wanita :
• Bersihkan secara teratur organ intim anda dengan menggunakan pembersih yang tidak mengganggu keseimbangan pH pada daerah organ intim.

• Gunakan pembersih yang berbahan dasar susu karena mampu menjaga keseimbangan pH. Jangan menggunakan sabun antiseptik karena bersifat keras.

• Jangan menggunakan bedak pada daerah sekitar organ intim agar kering dan wangi. Karena sifat bedak yang halus dan mudah menyelip sangat sulit bagi kita untuk membersihkannnya. Hingga terjadi penumpukan yang mengakibatkan bakteri mudah berkembang.

• Pastikan kondisi organ intim dalam keadaan kering setelah mandi dan buang air.

• Gunakan celana dalam yang kering. Usahakan yang memiliki pori-pori sehingga tidak mengganggu sirkulasi daerah sekitar organ intim. Gunakan celana dalam yang berbahan katun.

• Pada masa haid, lakukan penggantian pembalut sesering mungkin.
Atau mengatasi keputihan secara alami berikut ini juga bisa anda ikuti, yaitu cuci bersih tanaman sambiloto lalu potong-potong. Rebus bersama empat gelas air hingga tersisa menjadi dua gelas. Minum tiga kali sehari dengan dosis tiga perempat gelas sekali minum. Jika perlu bisa anda tambahkan madu sebagai pengganti rasa manis.

Nah bagaimana? Masihkan bingung dengan masalah keputihan? Ayo semangat menjaga kesehatan organ intim dengan memberantas keputihan pada wanita. Selamat mencoba!!!

Mandul Akibat Keputihan

Keputihan sering kelai dianggap sepele atau bahkan sebelah mata oleh kaum hawa. Padahal secara kesehatan masalah tersebut mampu mengakibatkan kemandulan. Mandul akibat keputihan bisa saja terjadi pada siapa saja bahkan keputihan juga mampu merenggut nyawa seseorang.

Bukan bermaksud untuk mendramatisir atau terlalu mendayu-dayu tetapi hal tersebut memang bisa terjadi. Gejala keputihan yang dialami oleh seseorang bisa saja mengindikasikan bahwa orang tersebut sedang menderita kanker leher rahim.

Mendengar kata “kanker” pasti ngeri karena penyakit yang satu ini mampu merenggut nyawa seseorang jika terlambat dalam penangannya. Untuk itu kita harus mengenal dengan jelas tentang keputihan agar terhindar dari akibat keputihan seperti mandul dan kanker leher rahim.

Keputihan merupakan cairan berlebih yang keluar dari vagina. Setiap wanita yang ada di dunia ini baik tua maupun muda bisa mengalami keputihan. Keputihan adan yang normal atau fisiologis karena kondisi tubuh namun ada juga yang patologis.

Keputihan yang fisiologis merupakan gejala yang normal terjadi dan kita tidak perlu khawatir. Biasanya keputihan yang seperti ini tidaklah berbau dan tidak juga gatal. Namun jika ternyata cairan tersebut berbau dan gatal maka bisa sebagai keputihan patologis.

Keputihan patologis merupakan keputihan yang diakibatkan oleh jamur, bakteri, dan kuman. Biasanya cairan yang keluar akan seperti susu, atau kental kekuning-kunginan, bahkan bisa jadi bercampur dengan darah. Jika sudah demikian maka akan menjadi penyakit yang patut untuk diwaspadai.

Salah satu tanda adanya kanker leher rahim adalah adanya cairan yang berbau busuk dan bercampur dari dari vagina. Jadi segera lakukan pemeriksaan ketika hal tersebut terjadi.

Keputihan yang dibiarkan dan dianggap sepele maka bisa merambat ke rongga rahim yang kemudian menjalan ke saluran indung telur dan akhirnya sampai ke dalam rongga panggul. Hal inilah yang mampu menyebabkan seseorang menjadi mandul bahkan lebih parah lagi yakni kematian.

Keputihan patologis biasanya terjadi pada seorang wanita yang kurang menjaga kebersihan organ vitalnya. Cara membasuh yang salah juga bisa menjadi penyebabnyanya. Gonta-ganti pasangan juga memiliki andil dalam masukknya kuman ke dalam vagina. Oleh karena itu, hubungan seks sebelum nikah sangatlah tidak diperbolehkan karena mampu menimbulkan keputihan patologis dan penyakit kelamin lainnya.

Jadi mulai sekarang jangan biarkan atau anggap remeh keputihan. Usahakan untuk selalu hidup sehat dan jaga selalu organ vital agar terhindar dari akibat keputihan.

Bahayakah Keputihan Saat Hamil

Pada saat hamil, para wanita sering mengalami keputihan. Namun, banyaknya informasi yang menyebutkan banyaknya bahaya akibat keputihan saat hamil menyebabkan para wanita takut dan khawatir. Sebenarnya keputihan saat hamil adalah hal yang wajar, asalkan tidak disertai dengan gejala klinis lainnya, misalnya menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan lain-lain. Nah, agar Anda bisa membedakan apakah keputihan itu normal atau abnormal, maka simaklah penjelasan berikut.

Keputihan atau biasa disebut pektay merupakan cairan bening yang diproduksi oleh vagina. Nah, keputihan saat hamil sendiri terjadi akibat adanya perubahan hormon pada saat hamil yang semakin meningkat. Cairan yang diproduksi oleh rahim ini bukannya tanpa manfaat loh, karena cairan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi dari vagina ke arah rahim. Namun, jika ibu hamil kurang memperhatikan kebersihannya, cairan ini bisa membahayakan ibu dan janin.

Lalu, bagaimanakah keputihan saat hamil bisa dianggap normal atau abnormal? Keputihan saat hamil bisa dianggap normal apabila cairan yang dihasilnya memiliki cirri-ciri, diantaranya : encer, tidak berbau, tidak menyebabkan gatal dan rasa nyeri, berwana bening atau putih. Nah, Anda harus waspada apabila cairan yang keluar memiliki tanda-tanda, diantaranya : kental dan lengket, menimbulkan rasa gatal, bau amis atau menyengat, cairan berwarna putih kekuningan atau kehijauan, dan lain sebagainya.

Keputihan saat hamil yang abnormal biasanya disebabkan karena ibu hamil kurang menjaga kebersihan vagina sehingga mudah terinveksi jamur atau Candida, bakteri dan microorganisme jahat lainnya yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Sebagai upaya pencegahan, maka ibu hamil disarankan untuk rutin memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan. Konsultasikan pada dokter kandungan Anda mengenai keputihan yang Anda alami selama kehamilan, karena keputihan yang abnormal harus segera ditangani dan mendapatkan pengobatan serius agar tidak membahayakan kehamilan dan tumbuh kembang janin, misalnya keguguran, BBLR, persalinan premature dan lain-lain.

Nah, upaya yang bisa Anda lakukan agar keputihan saat hamil tidak bertambah berat, diantaranya :
– Hindari penggunaan cairan pembersih vagina secara berlebihan
– Gunakan celana dalam yang longgar dan bisa menyerap keringat
– Hindari penggunaan panty liners.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi Anda semua.

Tips Ampuh dan Praktis Mengatasi Keputihan

Keputihan atau Fluor Albus adalah sekresi vaginal abnormal pada wanita, yang ditandai dengan gejala keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina, dan seringkali disertai rasa gatal di dalam atau di sekitar bibir vagina. Jika didiamkan, selain menimbulkan rasa tidak nyaman, keputihan akibat infeksi bakteri juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti saluran kencing. Berikut ini adalah cara-cara mengatasi keputihan.

Keputihan disebabkan terutama karena kurang terjaganya kebersihan pada bagian kewanitaan, sehingga mudah terjadi infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Hal ini dapat terjadi antara lain akibat mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat, sering menggunakan toilet umum yang kotor, kurang menjaga kebersihan vagina, tidak sering mengganti pembalut saat menstruasi, atau memakai sembarang sabun untuk membasuh vagina. Selain itu, stress dan kelelahan yang amat sangat juga dapat memicu terjadinya keputihan.

Cara mengatasi keputihan yang paling utama adalah menjaga kebersihan pada bagian kewanitaan. Terutama jika Anda hidup di daerah tropis yang lembap, ganti celana dalam Anda minimum 2 kali sehari agar kondisi daerah kewanitaan Anda tidak lembap, yang dapat menyebabkan bakteri mudah tumbuh. Gunakan celana dalam dari bahan katun agar mudah menyerap keringat, dan jangan gunakan celana yang terlalu ketat. Setiap selesai buang air kecil, biasakan membilas vagina dengan membasuhnya dari arah depan ke belakang, kemudian keringkan dengan tisu yang bersih. Kenakan panty liner atau pembalut wanita yang lembut dan kering, dan gantilah sesering mungkin. Jika Anda sudah terlanjut terkena keputihan, gunakan obat keputihan yang diberikan dokter secara teratur sesuai petunjuk dokter, bahkan ketika gejalanya sudah hilang, karena masih ada kemungkinan terjadi infeksi.

Selain menjaga kebersihan daerah kewanitaan, menjalankan gaya hidup sehat juga merupakan salah satu cara mengatasi keputihan. Pastikan Anda cukup tidur dan istirahat, agar tidak mengalami kelelahan yang amat sangat. Jaga pola makan sehat dan seimbang, serta banyak minum air putih. Selain itu, bagi Anda yang rentan terkena keputihan, batasi konsumsi gula, serta hindari konsumsi makanan tertentu seperti ketimun, bangkuang, kangkung, pepaya, dan pisang, karena dapat memicu keputihan.

Mengobati Keputihan Secara Alami

Keputihan merupakan sekresi vaginal abnormal yang terjadi pada wanita, dan bisa diakibatkan karena infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, atau kelelahan yang amat sangat. Penyebab utamanya adalah kurang terjaganya kebersihan bagian kewanitaan. Pengobatan keputihan tidak hanya dilakukan dengan obat-obatan dari dokter, melainkan juga dapat dilakukan dengan mengubah kebiasaan, mengubah pola makan, serta obat-obatan tradisional. Berikut ini adalah cara mengobati keputihan secara alami.

Selain menggunakan obat-obatan dari dokter, keputihan dapat diobati secara alami dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Perbanyak minum, dan batasi konsumsi gula untuk mengurangi resiko pertumbuhan kuman penyebab keputihan. Perbanyak konsumsi yoghurt untuk memperbanyak bakteri baik yang menekan pertumbuhan kuman penyebab keputihan. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan daerah kewanitaan, seperti sering mengganti pembalut secara teratur, mengenakan celana dalam dari bahan katun dan tidak ketat, serta basuh daerah kewanitaan setelah buang air kecil dengan cara yang benar.

Mengobati keputihan secara alami dapat dilakukan dengan obat-obatan tradisional. Obat yang tradisional yang paling sering digunakan adalah rebusan daun sirih. Daun sirih sebanyak 10-15 lembar dicuci dan direbus dengan 2 liter air hingga mendidih, dinginkan, kemudian gunakan airnya untuk membasuh daerah kewanitaan. Rebusan daun sirih memiliki khasiat antiradang, antiinfeksi dan menghilangkan gatal.

Selain obat luar seperti rebusan daun sirih, obat tradisional untuk keputihan juga dapat dibuat dari ramuan sambiloto, kulit delima dan kunyit. Kurang lebih 15 gram kulit delima kering, 10 gram sambiloto kering, dan 20 gram kunyit yang telah diiris-iris dicuci bersih, lalu direbus dengan 600 mililiter air hingga tersisa 300 mililiter. Rebusan ini kemudian disaring, airnya diminum 2 kali sehari secara teratur. Untuk menambah rasanya, ramuan ini dapat ditambah gula aren atau madu. Sambiloto berkhasiat untuk menghilangkan bengkak dan menghilangkan panas, kulit delima berkhasiat untuk mengurangi sekresi cairan, sedangkan kunyit berkhasiat sebagai antiradang dan antibakteri. Mengobati keputihan secara alami juga dapat menggunakan daun sirsak, kulit manggis, temu kunci, rumput mutiara, tumbuhan leunca, dan bunga jengger ayam.

Keputihan Gatal Pada Wanita

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita, yang ditandai dengan keluarnya cairan dari vagina yang berwarna putih kekuningan atau putih kelabu. Keputihan bisa terjadi akibat kelelahan, atau akibat infeksi. Keputihan gatal biasanya terjadi akibat infeksi akibat bakteri, virus, jamur atau parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing.

Penyebab keputihan antara lain sering menggunakan toilet umum yang kotor, kurang menjaga kebersihan vagina, tidak sering mengganti panty liner atau pembalut saat menstruasi, memakai sembarang sabun untuk membasuh vagina, memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis, serta sering berganti pasangan dalam hubungan seksual. Selain itu, stress dan kelelahan yang amat sangat juga dapat memicu terjadinya keputihan.

Untuk mencegah keputihan, terdapat beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan. Jaga kesehatan daerah kewanitaan seperti lebih sering berganti pembalut atau tampon. Pakailah celana dari bahan katun dan tidak ketat. Jangan menggaruk vagina sekalipun terasa gatal. Cukup tidur dan istirahat, agar Anda tidak mengalami kelelahan yang amat sangat. Apabila Anda terkena keputihan, gunakan obat keputihan yang diberikan dokter secara teratur walaupun gejala sudah hilang, karena kemungkinan infeksi masih terjadi.

Salah satu penyebab keputihan gatal yang paling banyak adalah jamur Candida albicans. Jamur ini menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat. Gejalanya adalah cairan yang dikeluarkan berwarna putih susu, berbau agak keras, dan disertai rasa gatal pada kemaluan. Pemicu keputihan karena jamur Candida ini antara lain adalah kehamilan, penderita kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh. Bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan akibat candida apabila pada saat persalinan bayi tak sengaja menelan cairan ibunya yang terjangkit keputihan.

Jenis keputihan gatal yang lain adalah keputihan akibat bakteri Gardnella. Infeksi bakteri Gardnella dapat menyebabkan rasa gatal yang mengganggu. Gejalanya adalah warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Selain jamur dan bakteri, keputihan akibat infeksi virus herpes juga dapat mengeluarkan cairan gatal.