Category Archives: Campak

Ayo.. Kenali Perbedaan Campak dan Campak Jerman!

Sama-sama menyebabkan ruam merah pada kulit dan bentol-bentol berwarna merah di sekujur tubuh, membuat kita terkadang merasa kesulitan untuk mengenali perbedaan campak dan campak jerman.

Salah mendiagnosa penyakit tersebut akan berakibat kurang maksimal dalam penyembuhannya. Sayang sekali, sebagian besar masyarakat awam yang tak mengenali perbedaan campak dan campak jerman. Mereka tidak menyadari bahwa mengetahui perbedaan tersebut adalah suatu hal yang penting.

Lain halnya jika kita mengetahui perbedaan campak dan campak jerman, penanganan yang tepat akan bisa dilakukan tanpa harus menunggu keadaan menjadi semakin parah. Perlu diketahui Campak jerman termasuk kategori campak yang menakutkan dan sering menyerang orang dewasa. Penyebab utama munculnya campak Jerman adalah virus Rubella. Apabila terdapat virus Rubella pada tubuh pasien, tak bisa dielakkan lagi sang pasien menderita campak Jerman. Lain halnya dengan campak biasa yang penyebabnya adalah virus Morbili.

Ditinjau dari kemunculan ruam merah pada kulit, rata-rata penderita campak Jerman mengalami ruam merah pada area wajah ke bawah dan kemunculannya biasanya hanya tiga hari. Sedangkan untuk campak biasa, ruam merah bisa dikenali dari sekujur tubuhnya dan biasanya cuma tiga hari pula.

Campak Jerman ditandai dengan munculnya gejala lain yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman, yaitu sakit kepala dan nyeri di area persendian. Jika ini terjadi, dapat dipastikan bahwa campak yang muncul dikategorikan campak Jerman. Adapun campak biasa, rata-rata tidak menimbulkan gejala lain, hanya deman dan flu biasa.

Campak Jerman memang lebih rumit dibanding dengan campak biasa. Jika seseorang menderita campak Jerman, kelenjar getah bening di sekitar telinga menjadi bengkak. Hal itu tidak ditemui pada campak yang biasa. Tentu saja, apabila campak Jerman menyerang ibu hamil, nyawa bayi akan terancam. Keberadaan virus Rubella dalam tubuh bisa membahayakan nyawa bayi dan menyebabkan kelahiran prematur.

Penanganan terhadap dua jenis campak ini pun sedikit berbeda. Vaksin yang digunakan untuk mengatasi campak biasa umumnya disuntikkan pada bayi berusia sembilan bulan. Ketika mereka menginjak TK B atau usia 6 tahun, mereka akan disuntik ulang. Sedangkan untuk Campak Jerman, vaksin yang digunakan termaksuk kategori MMR (Measles, Mumps dan Rubella) dan ini bisa disuntikkan kapan saja.

Sekarang, kita menjadi tahu betapa pentingnya mengenal perbedaan campak dan campak jerman agar kita bisa melakukan tindakan tepat untuk mengatasinya.

Obat Sakit Campak Yang Sering Digunakan Untuk Mengatasi Campak

Campak yang terkenal dengan kemunculan ruam merah pada kulit adalah bukti ganasnya serangan virus. Pencegahan campak dengan menggunakan obat sakit campak berupa vaksin sudah diterapkan pada bayi usia 9 bulan dan anak kecil usia 6 tahun. Akan tetapi, meskipun vaksinasi sudah meluas, tetap saja campak masih terjadi di kalangan masyarakat. Beberapa gejala yang sering dirasakan saat terserang campak adalah mata merah, tenggorokan gatal, pilek, batuk dan kulit kemerahan. Pada beberapa kasus, serangan ini tetap ada. Penyebab campak adalah virus yang menggandakan diri di sekitar hidung dan tenggorokan. Karena sifatnya yang sangat mudah menular, virus campak bisa segera menyerang orang di sekitar.

Pada dasarnya, tidak ada perawatan dan obat sakit campak yang bisa menghindarkan serangan seseorang dari virus campak. Tapi ada beberapa upaya yang bisa diandalkan. Biasanya orang yang terserang campak dan sebelumnya tidak pernah diimunisasi akan memperoleh vaksinasi dalam kurun waktu 3 hari setelah campak menyerang.

Bagi ibu hamil, bayi dan orang yang memiliki sistem imun yang lemah akan diberikan serum suntikan protein yang berfungsi sebagai antibodi. Dunia medis menyebutnya dengan immune serum globulin. Biasanya diberikan dalam kurun waktu enam hari semenjak virus campak menyerang. Antibodi ini berfungsi mencegah campak berkembang.

Obat sakit campak yang biasanya digunakan adalah pereda demam seperti acetaminophen, ibuproven atau naproxen. Ini efektif untuk mengurangi gejala demam akibat campak. Antibiotik terkadang perlu diberikan apabila terjadi infeksi karena bakteri seperti infeksi telinga ataupun pneumonia.

Karena kurangnya vitamin A dalam tubuh bisa memperparah bahaya campak, dokter biasanya memberikan vitamin A untuk mengurangi gejala campak. Biasanya dalam dosis besar sekitar 2000,000 IU selama kurun tiga hari.

Karena campak termasuk penyakit menular, bagi yang rentan terkena campak sebaiknya menjaga agar tidak memiiki kontak langsung dengan penyakit campak.Bagi yang pernah terkena penyakit campak, tubuh biasanya membentuk kekebalan sehingga tak bisa terserang campak lagi

Dengan memperhatikan tata cara obat sakit campak bagi penderita campak, kita bisa melakukan tindakan preventif agar penyakit campak tidak berkelanjutan dan menular pada orang-orang terdekat.

Cara Pengobatan Dan Perawatan Campak Jerman Yang Tepat

Ilmu tentang pengobatan serta perawatan berbagai penyakit menjadi hal yang penting untuk diketahui karena jika hal tersebut dikuasai, maka kita tidak akan mudah panik dan bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan benar. Seperi halnya dengan campak Jerman, maka pemahaman tentang cara pengobatan dan perawatan campak Jerman sebaiknya diketahui juga.

Campak Jerman adalah sejenis penyakit campak yang porsinya tidak seperti penyakit campak biasa. Penyakit ini memiliki resiko penularan yang rendah serta sangat jarang sekali dialami oleh anak anak. Tapi walaupun tidak terlalu beresiko, apabila penyakit ini diderita oleh ibu hamil, maka akan mengakibatkan kelainan bayi dan kematian atau keguguran bayi.

Saat gejala penyakit campak Jerman mulai kelihatan, yang ditandai dengan demam selama 1 sampai 5 hari, nyeri persendian serta tenggokan agak sakit dan memerah. Gejala ini sangat mudah sekali ditemukan pada anak anak, sedangkan bagi orang dewasa gejala gejala tersebut bahkan tidak terlihat sama sekali. Kelanjutan dari gejala tersebut adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit yang berlangsung selama kurang lebih 3 hari.

Apabila Anda menemukan berbagai gejala di atas, maka cara pengobatan dan perawatan campak Jerman adalah sebagai berikut :

  1. Tidak usah panik

Panik adalah hal yang tidak perlu dalam menangani campak Jerman. Langkah yang paling tepat adalah dengan tetap tenang dan ikuti tips selanjutnya.

  1. Berikan obat penurun panas

Saat anak atau penderita campak Jerman mengalami demam tinggi, maka tidak ada pengobatan langsung yang diberikan kecuali memberikannya obat penurun panas.

  1. Penuhi kecukupan gizi dan nutrisinya

Karena penderitanya memiliki kecenderungan nafsu makan yang berkurang, maka langkah pengobatan dan perawatan campak Jerman adalah dengan tetap memberikannya asupan gizi dan nutrisi yang cukup.

  1. Jaga kebersihan badannya

Agar badan terasa segar dan bersih, maka saat campak melanda Anda sebaiknya selalu membersihkan badannya dengan cara dispon menggunakan air hangat.

Itulah cara pengobatan dan perawatan campak Jerman yang bisa Anda praktekkan. Jika prosesnya sudah terlewati, maka orang tersebut akan sembuh seperti sediakala. Semoga bermanfaat. 🙂

2 Alasan Bagaimana Campak Menyerang Orang Dewasa

Campak adalah penyakit yang umumnya menyerang anak anak atau remaja, akan tetapi penyakit ini cukup berpeluang menyerang orang dewasa juga. Oleh karena itu, apabila usia Anda saat ini sudah dewasa, maka jangan berbangga hati dulu, karena ada beberapa hal yang membuat beberapa orang dewasa sekalipun akan terserang campak! Agar hal tersebut tidak Anda alami, maka informasi tentang bagaimana campak menyerang orang dewasa perlu diketahui. Siapa tahu kalau kita mengetahui proses dan alasannya, maka kita bisa melakukan tindakan pencegahan yang tepat sebab penyakit campak di saat dewasa akan lebih dirasakan penderitaannya dibandingkan saat kanak kanak.

Sumber penyakit campak adalah infeksi virus. Jadi, sumber utama bagaimana campak menyerang orang dewasa adalah dikarenakan infeksi tersebut. Secara umum, ada 2 jenis orang dewasa yang memiliki kemungkinan terserang campak, yaitu :

  1. Orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi campak saat bayi

Virus campak bisa ditanggulangi atau dilawan dengan reaksi dari obat imunisasi campak yang disuntikkan saat kita masih kecil. Sehingga, saat virus campak memasuki tubuh, maka sistem kekebalan bisa mematikannya. Akan tetapi, jika kita tidak mendapatkan obat imunisasi tersebut, walaupun saat kecil kita sudah pernah mengalami campak, maka masih ada kemungkinan kita pun akan mengalaminya lagi saat dewasa kelak, hanya saja persentase kemungkinannya kecil.

  1. Orang dewasa yang belum pernah mengalami penyakit campak saat kecil

Jika Anda merasa saat kecil sudah mendapatkan obat imunisasi campak dengan lengkap, maka Anda pun perlu berhati hati apabila sejak kecil hingga sekarang belum pernah terserang campak, karena bisa jadi hal tersebut akan berlaku saat Anda beranjak dewasa. Faktor penyebabnya adalah penularan dari penderita campak lainnya, oleh sebab itu bagi Anda yang belum pernah terserang campak sejak kecil, maka dianjurkan untuk menjauhi penderita campak terlebih dahulu untuk menghindari penularan.

Demikianlah proses yang terjadi saat ada orang dewasa terserang campak. Semoga dari penjelasan singkat ini Anda semakin tahu tentang bagaimana campak menyerang orang dewasa. Semoga bermanfaat. 🙂

Lakukan Pencegahan Dengan Kenali Gejala Campak Sejak Dini

Sebagai orang tua yang menyayangi anaknya, maka kita pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kesehatannya dan mencegah datangnya berbagai penyakit. Akan tetapi, upaya tersebut kadang tidak bisa melindungi mereka secara sempurna, karena ada siklus penyakit yang umumnya dialami oleh hampir sebagian besar manusia, khususnya anak anak yang disebut campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus khusus yang menjalar dan menurunkan sistem kekebalan tubuh pada anak. Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal buruk yang tidak diinginkan, maka orang tua harus kenali gejala campak sejak dini. Apa sajakah yang muncul dan terlihat? Bagaimana kondisi yang akan dialami oleh anak saat terserang campak? Serta bagaimana cara tepat untuk mengantisipasinya?

Karena campak adalah penyakit yang kemungkinan bisa dialami oleh setiap orang, maka semua informasi dan pertanyaan tersebut harus diketahui. Sebagai pelengkap artikel ini, akan saya jelaskan tentang cara kenali gejala campak sejak dini serta langkah tepat untuk melakukan penanganan yang tepat.

Gejala campak pada anak yang bisa dikenali antara lain :

  1. Anak mengalami demam serta masalah tenggorokan.

Ini adalah tahap awal yang menjadi gejala penyakit campak. Anak akan merasakan demam yang disertai dengan batuk pilek, menggigil karena kedinginan, serta mata yang berair. Semua proses tersebut akan membuat anak menjadi lemas.

  1. Pada tubuh muncul ruam ruam yang kemerahan dan sebagian besar disertai dengan gatal gatal.

Setelah berselang kurang lebih 3 hari, demam anak akan menurun dan terganti dengan adanya ruam ruam merah di berbagai bagian tubuh secara bertahap. Ruam merah ini akan hilang lagi dengan sendirinya sesuai dengan urutan saat kemunculannya.

  1. Kurangnya nafsu makan dan gairah dalam beraktivitas dan bermain

Pada puncak gejalanya, penyakit ini akan membuat anak mengalami peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi, yakni hingga 40 derajat celcius. Proses ini anak biasanya susah sekali disuruh makan, karena yang dirasakan hanya pusing, lemas, dan kurang bergairah.

Apabila ketiga gejala tersebut sudah terlihat, maka ambillah langkah tepat untuk memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut tentangnya. Semoga penjelasan tentang beberapa patokan untuk kenali gejala campak sejak dini di atas bisa bermanfaat untuk Anda.

Manfaat Imunisasi Campak Di Waktu Yang Akan Datang

Penyakit campak adalah salah satu jenis penyakit yang sering diderita oleh anak kecil. Penyakit yang kehadirannya ditunjukkan dengan demam, batuk, ruam kulit dan radang mata ini menjadi penyakit yang biasanya hanya dialami sekali dalam seumur hidup, namun kadang orang tua yang pada waktu kecil sudah pernah mengalaminya akan mengalaminya lagi yang disebabkan oleh penularan dari anak yang menderita campak. Agar tidak terjadi hal yang demikian, maka kita harus melakukan imunisasi ketika bayi. Manfaat imunisasi campak ini akan membuat tubuh lebih tahan terhadap penyakit campak, membuat kita tidak mudah tertular, dan membuat kita hanya mengalaminya sekali dalam seumur hidup.

Campak menjadi penyakit yang wajar dan biasa, namun juga bisa menjadi penyakit yang berujung kepada kematian dan hal buruk yang tidak diinginkan. Tindakan antisipatif yang sebaiknya dilakukan oleh kita sebagai orang tua adalah melakukan imunisasi campak kepada bayi kita. Manfaat imunisasi campak tersebut akan terasa saat bayi sudah beranjak anak anak hingga dewasa.

Manfaat imunisasi campak pun bisa membuat anak yang mengalami gejala campak seperti demam, ruam merah, dan radang mata ini bisa bertahan hingga proses dan siklus campak tersebut selesai dan berakhir. Selain itu, banyaknya faktor yang bisa menularkan campak membuat anak harus mendapatkan imunisasi campak ini.

Berbagai faktor yang menjadi jalan penularan campak antara lain : Semburan ludah dari penderita melalui perantaraan udara. Sebaiknya hindari hal ini untuk mencegah anggota keluarga lain terkena penyakit yang sama. Banyak keluarga yang dengan sengaja menularkan penyakit ini ke anggota keluarga yang lain dengan pertimbangan agar repotnya sekalian, jadi nanti tidak perlu mengkhawatirka penyakit ini di masa depan. Hal ini salah sama sekali, sebab penyakit bukan untuk ditularkan secara sengaja, karena jika penanganannya kurang tepat akan menyebabkan dampak yang sangat buruk.

Agar anak yang menderita penyakit campak bisa menjalani siklusnya dengan normal dan lancar tanpa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka selain mengetahui manfaat imunisasi campak, kita pun harus tahu manfaat menjaga kebersihannya selama menderita penyakit tersebut. Saat kebersihan anak terjaga, maka anak akan merasa lebih nyaman.

Obat Sakit Campak Paling Tepat

Campak adalah jenis penyakit yang umumnya diderita oleh anak anak. Kecenderungan ini sering membuat orang tua merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan atas gejala campak yang muncul pada diri sang anak. Banyak penanganan yang dilakukan, mulai dari memeriksakan kondisi kesehatan sang anak ke dokter, membeli obat sakit campak, dan sebagian orang tua yang masih memegang tradisi mengobati dengan cara menyiram dan memandikan sang anak dengan air yang sudah diberi do’a terlebih dahulu.

Artikel ini akan membahas tentang obat sakit campak yang tepat untuk diberikan kepada anak yang menderitanya. Sebagai orang tua yang faham tentang siklus penyakit ini, sebaiknya kita tidak terlalu khawatir dengan gejala yang muncul, seperti demam dan panas, batuk, dan munculnya ruam kemerahan yang menyebar secara bertahap di tubuh penderitanya.

Campak merupakan sebuah penyakit yang berlangsung sesuai siklus, rata rata anak mengalaminya dalam waktu 5 – 10 hari tergantung kepada kondisi kesehatan dan ketahanan tubuh yang dimiliki sang anak. Obat sakit campak yang paling efektif adalah dengan melakukan tindakan sebagai berikut :

  1. Ketahui jenis campaknya

Dalam kasus yang umum, campak terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu campak biasa dan campak Jerman. Khusus untuk campak Jerman, kejadiannya sangat jarang sekali terjadi. Ciri yang membedakan campak biasa dan campak Jerman adalah munculnya radang mata (conjunctivis) dan nafsu makan yang berkurang. Jika anak mengalami campak tanpa mengalami radang mata dan makan dengan porsi yang wajar, maka itu adalah campak biasa.

  1. Obati sesuai gejala yang muncul

Obat sakit campak yang paling tepat adalah mengobati sesuai dengan gejala yang muncul saja. Itu merupakan pencegahan dan pengobatan yang terbaik agar keadaan tubuh penderita campak tidak menjadi down. Jika muncul gejala batuk, maka cukup berikan obat batuk. Jika muncul gejala demam, berikan saja obat pereda demam. Pengobatan demikian bisa menghindari terjadinya komplikasi akibat tubuh tidak kuat menahan kondisi saat kemunculan gejala.

  1. Jaga kebersihan badan

Selama menderita penyakit campak, penderita tetap perlu menjaga kebersihan badannya. Kalau mandi ditakutkan akan membuat gejala demamnya lebih buruk, maka Anda bisa melakukan spons atau mengelap badannya dengan air bersih.

Karena campak adalah penyakit yang biasanya dialami sekali dalam seumur hidup, maka biarkan saja berproses secara alami dan sembut secara alami juga. Yang perlu dilakukan adalah pemberian obat sakit campak sesuai gejala yang muncul untuk menghindarkan komplikasi. Semoga bermanfaat 🙂

Perbedaan Campak Dan Campak Jerman Berdasarkan Gejalanya

Ada beberapa jenis campak yang bisa menyerang manusia, khususnya anak anak. Diantara sekian banyak jenisnya, campak biasa dan campak Jerman adalah yang paling sering menyerang. Untuk mengetahui jenis campak apa yang sedang dialami, maka kita harus mengetahui perbedaan campak dan campak Jerman.

Artikel ini akan mencoba menjabarkan secara ringkas dan sederhana tentang perbedaan campak dan campak Jerman tersebut berdasarkan gejala yang ditimbulkannya. Dari situ kita bisa mendiagnosa dan mengetahui campak jenis apa yang sedang dialami saat ini.

1. Campak Biasa (Rubeole)

  • Demam tinggi dengan suhu badan antara 38 sampai dengan 40 derajat celcius,
  • Kadang batuk dan hidung menjadi berair,
  • Terjadi radang mata (conjunctivis) dan silau saat melihat cahaya yang terlalu terang (photophobia),
  • Muncul bercak koplik bercak (koplik spots) di bagian dalam mulut dan bagian dalam pipi,
  • Pada puncak demam, akan muncul ruam merah yang bermunculan secara bertahap, mulai dari daerah sekitar muka, di belakang telinga, di sekitar garis rambut, dan kemudian semakin banyak dan melebar ke punggung, dada, paha, hingga ke kaki. Bagi sebagian anak, munculnya ruam ini biasanya disertai dengan rasa gatal.
  • Jenis ruam yang muncul berbeda, ada yang datar, dan ada yang timbul. Parah atau tidaknya penyakit campak ditandai dengan banyak atau tidaknya ruam merah tersebut.
  • Setelah gejala campak selesai, maka demam berangsur akan pulih dan ruam merah yang sebelumnya muncul akan hilang dengan sendirinya sesuai urutan kemunculannya.

2. Campak Jerman

Sebagian gejala yang ditimbulkan campak Jerman hampir menyerupai campak biasa, namun dari beberapa lainnya kita bisa tahu perbedaan campak dan campak Jerman, antara lain sebagai berikut :

  1. Demam dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 38 derajat celcius,
  2. Getah bening mengalami pembengkakan,
  3. Mata terasa perih dan nyeri,
  4. Muncul bintik merah yang memenuhi seluruh tubuh,
  5. Kulit menjadi kering,
  6. Persendian terasa sakit,
  7. Kepala terasa sakit
  8. Nafsu makan menurun.

Bagaimana? Apakah informasi di atas sudah cukup memberikan gambaran tentang perbedaan campak dan campak Jerman? Semoga saja cukup 🙂

Cara Pengobatan Dan Perawatan Campak Jerman

Campak Jerman atau yang biasa dikenal dengan istilah Rubella adalah salah satu jenis campak yang bisa menyerang siapa saja. Saat hal tersebut sudah melanda, maka harus dilakukan pengobatan dan perawatan campak Jerman yang tepat, agar penyakit tersebut bisa segera disembuhkan. Penyakit ini diakibatkan oleh serangan virus yang tidak ada obat yang bisa melawannya. Yang bisa menyembuhkan penyakit ini adalah tubuh sang pasien dan daya tahan tubuhnya. Oleh karena itu, yang menjadi pokok penting dalam melakukan pengobatan campak Jerman adalah dengan menjaga dan merawat sang pasien agar bisa melewati prosesnya, dan bisa terhindar dari berbagai kemungkinan datangnya jenis penyakit lain.

Secara mendasar, berikut adalah cara pengobatan dan perawatan campak Jerman yang bisa dilakukan :

1. Berikan obat penyembuh saat gejalanya datang

Gejala awal penyakit campak Jerman adalah demam panas. Saat anak mengalaminya, berikan saja obat penurun panas yang sesuai. Selain panas, gejala yang muncul pun kadang disertai dengan batuk, jika demikian berikan saja obat pereda batuk. Demikian juga saat muncul gejala diare, berikan saja obat untuk mengatasi diarenya. Yang pasti, jangan biarkan semua gejala yang muncul tanpa dilakukan pengobatan, karena nantinya ketahanan tubuh akan semakin menurun.

2. Berikan vitamin dan suplemen makanan lainnya

Agar ketahanan tubuh terjaga, dan si anak penderita campak Jerman bisa kuat menghadapi semua gejala yang datang, berikan saja suplemen makanan dan vitamin yang berkhasiat untuk menjaga kestabilan tubuhnya.

3. Cukupkan istirahatnya

Tubuh akan me-recharge kembali tenaganya melalui proses tidur. Oleh sebab itu, buat agar anak yang menderita campak mendapatkan kecukupan istirahat.

4. Berikan makanan yang kaya nutrisi

Makanan pun harus dipilih dengan baik agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Perhatikan pula kebersihan dan cara mengolahnya. Makanan yang lunak dan mudah dicerna adalah pilihan yang tepat agar anak tidak menganggu sistem pencernaannya.

5. Jaga kebersihan tubuhnya

Selain memperhatikan cara pengobatan dan perawatan campak Jerman di atas, pasien yang terserang penyakit ini pun harus diperhatikan kebersihannya. Yang harus dilakukan minimal mandi atau mengelapnya dengan air hangat 1 kali dalam sehari.

Itulah beberapa cara pengobatan dan perawatan campak Jerman yang bisa Anda lakukan. Saat anak mengalami kepala pusing, leher kaku, sakit telinga, atau gangguan pada mata, maka bisa dipastikan anak tersebut mengalami komplikasi dan harus segera dibawa ke dokter. Semoga bermanfaat 🙂

Cegah Penyakit Campak Pada Ibu Hamil Sekarang Juga

Bagi seorang ibu yang sedang mengandung buah hati, kesehatan harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Jika tidak, ibu bisa menderita penyakit campak yang berbahaya bagi bunda sendiri maupun janin di kandungan. Resiko bayi lahir cacat semakin besar apabila anda tidak pandai menjaga kesehatan tubuh.

Sakit campak pada ibu hamil disebabkan oleh virus rubella ditandai dengan gejala ringan seperti demam, kurang nafsu makan, sampai radang sendi. Karena resiko kesehatan juga berpengaruh pada janin, alangkah baiknya anda menjaga jarak dengan orang yang sedang menderita campak. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena anda tidak tahu resiko kesehatan yang dapat dialami buah hati.

Jika anda sudah merencanakan program kehamilan, pastikan memeriksakan kondisi tubuh agar nantinya penyakit campak tidak menyerang saat hamil. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan apakah tubuh anda sudah kebal dengan virus campak atau belum. Salah satu faktor penting agar tubuh kebal dari serangan penyakit campak adalah vaksinasi.

Bagi ibu hamil yang pernah terkena penyakit campak, tubuh akan lebih kebal dengan virus rubella. Ini disebabkan oleh anti-body dalam tubuh yang sudah mengenali penyakit ini sehingga bisa langsung bereaksi mematikan virus.

Bahaya datang apabila penyakit campak menyerang ibu hamil namun anti-body dalam tubuhnya tidak mengenali penyakit ini. Gejala awal dimulai dari munculnya bercak merah di wajah lalu menyebar ke area tubuh lain. Dilanjutkan dengan kelenjar getah bening membengkak, biasanya di daerah sekitar telinga, tengkuk serta leher.

Dan yang lebih parah, janin yang sedang ibu kandung juga beresiko mengalami cacat saat lahir. Tentu hal ini sangat membahayakan kesehatan anak nantinya. Itulah kenapa campak pada ibu hamil memiliki resiko ganda yang tidak boleh disepelekan.

Langkah aman untuk mencegah terserang penyakit campak saat hamil adalah memeriksakan kondisi tubuh ke bidan atau dokter kandungan terdekat. Hal ini sangat penting bagi masa depan anak khususnya bagi anda, ibu yang dulu pernah mengidap penyakit campak.