Category Archives: Kesehatan Kulit

Rahasia Cantik Dibalik “Si Kecut” Jeruk Lemon

images

Bagi wanita penampilan menarik seperti sebuah kewajiban, baik untuk menarik perhatian lawan jenis atau karena sedang mengikuti tren. Berbagai cara pun mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan mereka sampai mencoba berbagai produk perawatan mahal.

Tapi tanpa Anda sadari di sekitar Anda ada banyak bahan-bahan alami yang bisa Anda manfaatkan untuk menunjang penampilan Anda, dan tentunya lebih praktis, murah dan aman. Salah satu dari bahan alami tersebut adalah jeruk lemon yang biasa Anda gunakan sebagai penambah cita rasa masakan, dan berikut adalah manfaat jeruk lemon untuk penampilan Anda :

1. Lemon bisa digunakan untuk diet
Lemon telah dipercaya sebagian besar orang untuk mengatasi kegemukan. Kandungan vitamin C yang ada di dalamnya ternyata bisa membantu mengurangi lemak di dalam tubuh. Salah satu yang kita ketahui adalah diet detoks dengan buah lemon. Tapi, ada cara diet lain dengan buah lemon yang bisa Anda lakukan. Dengan menjalankan diet lemon selama satu minggu, berat badan Anda bisa turun 2 kilogram.

2. Memutihkan gigi dengan kulit lemon
Untuk mendapatkan gigi putih dan bersih secara alami dan murah, Anda bisa menggunakan bagian dalam dari kulit buah lemon. Adapun caranya adalah dengan menggosokannya secara langsung ke seluruh gigi bagian depan selama lebih kurang 3 menit. Selanjutnya bersihkanlah gigi Anda dengan cara berkumur. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukanlah hal ini secara rutin setiap hari. Catatan yang harus diingat adalah jangan menggosokan kulit lemon secara langsung setelah menggosok gigi.

3. Menghilangkan warna hitam pada siku dan lutut
Warna hitam pada siku tangan dan lutut kaki terjadi karena tempat tersebut menjadi lokasi menumpuknya sel kulit mati. Warna hitam tersebut bisa dihilangkan dengan cara sebagai berikut :
Potonglah dua buah lemon, lalu gosokkanlah pada lutut dan siku Anda selama beberapa menit. Lalu bersihkanlah dengan sabun dan air.

Manfaat buah lemon di atas selain untuk kecantikan tapi juga untuk menyehatkan dan menutrisi tubuh Anda dengan murah dan aman. Semoga bermanfaat.

Ayo.. Kenali Perbedaan Campak dan Campak Jerman!

Sama-sama menyebabkan ruam merah pada kulit dan bentol-bentol berwarna merah di sekujur tubuh, membuat kita terkadang merasa kesulitan untuk mengenali perbedaan campak dan campak jerman.

Salah mendiagnosa penyakit tersebut akan berakibat kurang maksimal dalam penyembuhannya. Sayang sekali, sebagian besar masyarakat awam yang tak mengenali perbedaan campak dan campak jerman. Mereka tidak menyadari bahwa mengetahui perbedaan tersebut adalah suatu hal yang penting.

Lain halnya jika kita mengetahui perbedaan campak dan campak jerman, penanganan yang tepat akan bisa dilakukan tanpa harus menunggu keadaan menjadi semakin parah. Perlu diketahui Campak jerman termasuk kategori campak yang menakutkan dan sering menyerang orang dewasa. Penyebab utama munculnya campak Jerman adalah virus Rubella. Apabila terdapat virus Rubella pada tubuh pasien, tak bisa dielakkan lagi sang pasien menderita campak Jerman. Lain halnya dengan campak biasa yang penyebabnya adalah virus Morbili.

Ditinjau dari kemunculan ruam merah pada kulit, rata-rata penderita campak Jerman mengalami ruam merah pada area wajah ke bawah dan kemunculannya biasanya hanya tiga hari. Sedangkan untuk campak biasa, ruam merah bisa dikenali dari sekujur tubuhnya dan biasanya cuma tiga hari pula.

Campak Jerman ditandai dengan munculnya gejala lain yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman, yaitu sakit kepala dan nyeri di area persendian. Jika ini terjadi, dapat dipastikan bahwa campak yang muncul dikategorikan campak Jerman. Adapun campak biasa, rata-rata tidak menimbulkan gejala lain, hanya deman dan flu biasa.

Campak Jerman memang lebih rumit dibanding dengan campak biasa. Jika seseorang menderita campak Jerman, kelenjar getah bening di sekitar telinga menjadi bengkak. Hal itu tidak ditemui pada campak yang biasa. Tentu saja, apabila campak Jerman menyerang ibu hamil, nyawa bayi akan terancam. Keberadaan virus Rubella dalam tubuh bisa membahayakan nyawa bayi dan menyebabkan kelahiran prematur.

Penanganan terhadap dua jenis campak ini pun sedikit berbeda. Vaksin yang digunakan untuk mengatasi campak biasa umumnya disuntikkan pada bayi berusia sembilan bulan. Ketika mereka menginjak TK B atau usia 6 tahun, mereka akan disuntik ulang. Sedangkan untuk Campak Jerman, vaksin yang digunakan termaksuk kategori MMR (Measles, Mumps dan Rubella) dan ini bisa disuntikkan kapan saja.

Sekarang, kita menjadi tahu betapa pentingnya mengenal perbedaan campak dan campak jerman agar kita bisa melakukan tindakan tepat untuk mengatasinya.

Obat Sakit Campak Yang Sering Digunakan Untuk Mengatasi Campak

Campak yang terkenal dengan kemunculan ruam merah pada kulit adalah bukti ganasnya serangan virus. Pencegahan campak dengan menggunakan obat sakit campak berupa vaksin sudah diterapkan pada bayi usia 9 bulan dan anak kecil usia 6 tahun. Akan tetapi, meskipun vaksinasi sudah meluas, tetap saja campak masih terjadi di kalangan masyarakat. Beberapa gejala yang sering dirasakan saat terserang campak adalah mata merah, tenggorokan gatal, pilek, batuk dan kulit kemerahan. Pada beberapa kasus, serangan ini tetap ada. Penyebab campak adalah virus yang menggandakan diri di sekitar hidung dan tenggorokan. Karena sifatnya yang sangat mudah menular, virus campak bisa segera menyerang orang di sekitar.

Pada dasarnya, tidak ada perawatan dan obat sakit campak yang bisa menghindarkan serangan seseorang dari virus campak. Tapi ada beberapa upaya yang bisa diandalkan. Biasanya orang yang terserang campak dan sebelumnya tidak pernah diimunisasi akan memperoleh vaksinasi dalam kurun waktu 3 hari setelah campak menyerang.

Bagi ibu hamil, bayi dan orang yang memiliki sistem imun yang lemah akan diberikan serum suntikan protein yang berfungsi sebagai antibodi. Dunia medis menyebutnya dengan immune serum globulin. Biasanya diberikan dalam kurun waktu enam hari semenjak virus campak menyerang. Antibodi ini berfungsi mencegah campak berkembang.

Obat sakit campak yang biasanya digunakan adalah pereda demam seperti acetaminophen, ibuproven atau naproxen. Ini efektif untuk mengurangi gejala demam akibat campak. Antibiotik terkadang perlu diberikan apabila terjadi infeksi karena bakteri seperti infeksi telinga ataupun pneumonia.

Karena kurangnya vitamin A dalam tubuh bisa memperparah bahaya campak, dokter biasanya memberikan vitamin A untuk mengurangi gejala campak. Biasanya dalam dosis besar sekitar 2000,000 IU selama kurun tiga hari.

Karena campak termasuk penyakit menular, bagi yang rentan terkena campak sebaiknya menjaga agar tidak memiiki kontak langsung dengan penyakit campak.Bagi yang pernah terkena penyakit campak, tubuh biasanya membentuk kekebalan sehingga tak bisa terserang campak lagi

Dengan memperhatikan tata cara obat sakit campak bagi penderita campak, kita bisa melakukan tindakan preventif agar penyakit campak tidak berkelanjutan dan menular pada orang-orang terdekat.

Tips Jitu Untuk Kosmetik Menyebabkan Alergi Kulit Muka

Kosmetik ibarat makanan yang tidak bisa diabaikan kebutuhannya dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki kosmetik mulai dari lotion, deodorant, cologne, shampoo dan make up. Kebutuhan untuk tampil menarik dan keren menjadi alasan utama untuk menggunakan kosmetik. Namun sayangnya, tidak semua kosmetik cocok untuk kulit. Pada suatu kasus, kulit berubah menjadi kemerahan dan teriritasi akibat penggunaan kosmetik menyebabkan alergi kulit muka.

Apabila kulit tidak cocok dengan kosmetik tertentu, maka ada dua gejala reaksi yang umumnya muncul, yakni iritasi kontak dermatitis dan alergi kontak dermatitis. Dua-duanya ditandai dengan perubahan kulit yang menjadi merah, gatal dan bengkak. Sedangkan iritasi kontak dermatitis ditandai dengan kulit gatal dan ruam merah yang bisa melepuh. Ketika kulit berubah kemerahan dan melepuh, itulah saatnya anda harus meninggalkan kosmetik tertentu. Jika anda tidak tahu produk mana yang menyebabkan kulit alergi, ada baiknya untuk berkonsultasi pada dokter kulit. Dokter akan memberikan saran yang tepat untuk mengatasi dampak alergi tersebut.

Ada beberapa cara untuk mencegah alergi karena kosmetik menyebabkan alergi kulit muka, sebagai berikut:

  1. Batasi jumlah kosmetik menyebabkan alergi kulit muka yang sedang anda gunakan. Hindari produk yang berbau sangat wangi.
  2. Gunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter setiap mengganti dengan produk
  3. Hindari mencampur beberapa produk sebelum menggunakannya
  4. Gunakan produk herbal sebagai pengganti kosmetik dari bahan sintetis. Rata-rata efek produk herbal terlihat dalam kurun waktu lama sehingga perlu bersabar untuk menunggu hasil yang diharapkan.
  5. Selalu mengecek tanggal kadaluarsa.
  6. Jangan berbagi aplikator bedak dengan orang lain. Sebisa mungkin menghindari kebiasaan tersebut.

Seringnya kasus alergi pada kulit membawa inisiatif untuk menambahkan sifat hipoalergenik pada kosmetik. Beberapa kosmetik ternama sudah menggunakan bahan yang bersifat hipoalergenik. Apakah hipoalergenik itu? Ini merupakan kosmetik yang memiliki kemungkinan kecil dapat menyebabkan alergi dan cenderung lebih lembut dan lebih aman untuk kulit.

Sayangnya, tidak ada lembaga khusus yang menangani pengujian sifat hipoalergenik pada kosmetik. Sehingga produsen apapun bisa memunculkan label tersebut pada kosmetiknya tanpa adanya bukti. Mengetahui bebasnya tiap produsen kosmetik menggunakan label hipoalergenik pada kemasan produknya, sehingga kita perlu waspada apakah produk agar kita bisa menghindari kosmetik menyebabkan alergi kulit muka.

Beberapa Cara Mengatasi Komedo Dan Jerawat Karena Kulit Berminyak

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki keluhan jerawat dan komedo di wajah? Jika memang benar, pasti Anda merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri dengan keadaan tersebut bukan? Oleh karena itu, segala cara pun mulai dilakukan agar gangguan di wajah tersebut bisa hilang dan tak berbekas, namun apa daya ternyata hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan! Sebelum Anda memutuskan untuk mengambil solusi yang belum tentu tepat, sebaiknya Anda lebih fokus dulu kepada penyebab yang melatarbelakanginya, salah satunya komedo dan jerawat karena kulit berminyak.

Kulit berminyak memang menyebalkan, karena selain menggangu penampilan kita, hal tersebut juga menjadi salah satu faktor penyebab komedo dan jerawat. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk mencegah komedo dan jerawat karena kulit berminyak :

  1. Ketahui penyebab kulit berminyak

Sebelum melangkah lebih lanjut kepada cara antisipasi, ada baiknya Anda melakukan pencegahan dengan menghindari penyebabnya. Jadi kalau Anda ingin terhindar dari komedo dan jerawat karena kulit berminyak, maka upaya paling benar adalah dengan mencegah agar kulit wajah Anda berjerawat yang diakibatkan oleh produksi hormon penyebar sebum yang sangat tinggi, serta konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi

Agar bisa mengantisipasi hal tersebut, maka yang harus kita lakukan adalah dengan rajin membersihkan muka menggunakan produk yang tepat, khususnya yang cocok untuk kulit wajah yang berminyak. Dan menghindari aneka jenis makanan yang bisa menyebabkan kulit wajah kita berminyak.

  1. Pilih obat komedo dan jerawat yang tepat

Tidak semua produk jerawat dan komedo cocok digunakan oleh setiap orang. Kecocokan dan kesesuaian tersebut sangat dipengaruhi oleh penyebabnya. Jika komedo dan jerawat karena kulit berminyak, maka obat jerawat yang tepat adalah yang bisa mengatasi masalah kulit berminyak yang Anda derita.

  1. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter ahli

Jika Anda merasa kondisi komedo dan jerawat karena kulit berminyak yang Anda alami sudah sangat parah, maka jangan mencoba aneka produk dengan berganti ganti. Alangkah lebih baik jika Anda mendatangi dokter ahli untuk dilakukan diagnosa lebih lanjut serta untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif.

Demikianlah beberapa cara yang sebaiknya Anda lakukan saat memiliki masalah komedo dan jerawat karena kulit berminyak. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. 🙂

2 Alasan Bagaimana Campak Menyerang Orang Dewasa

Campak adalah penyakit yang umumnya menyerang anak anak atau remaja, akan tetapi penyakit ini cukup berpeluang menyerang orang dewasa juga. Oleh karena itu, apabila usia Anda saat ini sudah dewasa, maka jangan berbangga hati dulu, karena ada beberapa hal yang membuat beberapa orang dewasa sekalipun akan terserang campak! Agar hal tersebut tidak Anda alami, maka informasi tentang bagaimana campak menyerang orang dewasa perlu diketahui. Siapa tahu kalau kita mengetahui proses dan alasannya, maka kita bisa melakukan tindakan pencegahan yang tepat sebab penyakit campak di saat dewasa akan lebih dirasakan penderitaannya dibandingkan saat kanak kanak.

Sumber penyakit campak adalah infeksi virus. Jadi, sumber utama bagaimana campak menyerang orang dewasa adalah dikarenakan infeksi tersebut. Secara umum, ada 2 jenis orang dewasa yang memiliki kemungkinan terserang campak, yaitu :

  1. Orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi campak saat bayi

Virus campak bisa ditanggulangi atau dilawan dengan reaksi dari obat imunisasi campak yang disuntikkan saat kita masih kecil. Sehingga, saat virus campak memasuki tubuh, maka sistem kekebalan bisa mematikannya. Akan tetapi, jika kita tidak mendapatkan obat imunisasi tersebut, walaupun saat kecil kita sudah pernah mengalami campak, maka masih ada kemungkinan kita pun akan mengalaminya lagi saat dewasa kelak, hanya saja persentase kemungkinannya kecil.

  1. Orang dewasa yang belum pernah mengalami penyakit campak saat kecil

Jika Anda merasa saat kecil sudah mendapatkan obat imunisasi campak dengan lengkap, maka Anda pun perlu berhati hati apabila sejak kecil hingga sekarang belum pernah terserang campak, karena bisa jadi hal tersebut akan berlaku saat Anda beranjak dewasa. Faktor penyebabnya adalah penularan dari penderita campak lainnya, oleh sebab itu bagi Anda yang belum pernah terserang campak sejak kecil, maka dianjurkan untuk menjauhi penderita campak terlebih dahulu untuk menghindari penularan.

Demikianlah proses yang terjadi saat ada orang dewasa terserang campak. Semoga dari penjelasan singkat ini Anda semakin tahu tentang bagaimana campak menyerang orang dewasa. Semoga bermanfaat. 🙂

Tips Merawat Kulit Berminyak Secara Alami

Memiliki kulit berminyak bisa membuat kita kurang percaya diri. Selain itu, kulit berminyak pun bisa menjadi sumber penyakit wajah seperti jerawat, komedo, dan flek hitam. Oleh sebab itu, jangan biarkan kulit wajah kita tetap seperti itu, tetapi segeralah lakukan perawatan untuk membuat kulit wajah lebih sehat dan tidak berminyak. Artikel kali ini akan membahas tentang tips merawat kulit berminyak, silahkan ikuti apa yang disampaikan dan Anda akan mendapatkan kulit wajah yang menarik tanpa minyak.

  1. Menggunakan jeruk nipis

Tips merawat kulit berminyak yang pertama adalah dengan menggunakan jeruk nipis. Untuk mendapatkan bahan ini tidaklah sulit karena sudah banyak ditawarkan di pasar ataupun supermarket. Berikut adalah cara pemanfaatannya untuk merawat kulit berminyak :

Siapkan 1 buah jeruk nipis dan belah dua, kemudian olesi seluruh kulit wajah dengan daging dari jeruk nipis tersebut, tunggu kurang lebih 15 menit agar kandungan cairan jeruk nipis tersebut meresap ke dalam pori pori kuit. Setelah selesai, bersihkan dengan air bersih.

Dengan melakukan cara ini minimal 1 kali dalam sehari, maka kandungan minyak berlebih pada wajah akan berkurang dan kulit wajah menjadi lebih sehat.

  1. Menggunakan campuran madu, susu, dan pisang

Cara menggunakan bahan bahan tersebut untuk merawat kulit berminyak adalah denagn melumatkan pisang terlebih dahulu, lalu mencampurkan madu dan susu denagnnya. Setelah tercampur rata, jadikan campuran tersebut sebagai masker dan oleskan secara merata ke seluruh permukaan wajah. Diamkan selama kurang lebih setengah jam sambil melakukan relaksasi. Jika sudah, bersihkan wajah dengan air hangat terlebih dahulu, kemudian disusul dengan membersihkannya menggunakan air dingin.

Dengan melakukan cara ini minimal 2 kali dalam seminggu, maka wajah berminyak bisa teratasi.

  1. Menggunakan daun seledri

Daun seledri pun ternyata bukan hanya bisa digunakan sebagai bumbu kuah bakso, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk bahan merawat wajah yang berminyak. Tips merawat kulit berminyak menggunakan daun seledri adalah dengan memotongnya menjadi bagian yang kecil kecil, lalu rebus dalam air mendidik. Jika sudah, biarkan beberapa menit hingga cukup dingin, untuk kemudian basuhkan dan cuci wajah Anda menggunakan air rebusan seledri tersebut. Agar bisa bekerja lebih optimal, maka jangan lap wajah Anda dengan handuk, tetapi biarkan saja hingga mengering dengan sendirinya. Jika sudah kering, maka Anda boleh membersihkannya dengan air bersih.

Dengan melakukan cara tersebut sehari dalam sekali, maka kulit wajah yang tadinya berminya bisa menjadi berkurang kadar minyaknya dan wajah menjadi lebih sehat dan menarik.

Demikianlah beberapa tips merawat kulit berminyak secara alami. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. 🙂

Tips Menghilangkan Bekas Jerawat Di Punggung Dengan Aman

Tahukah anda bahwa jerawat yang biasa nampak di wajah, dapat tumbuh pula di punggung? Ya, si kecil berwarna kemerah-merahan ini nampaknya tidak hanya nampak pada bagian tubuh yang lazim terlihat, namun dapat tumbuh di area bagian tubuh yang lazim tertutup ini. Semua orang pastilah menginginkan setiap bagian tubuhnya sehat dan bersih, termasuk bagian tubuh yang tidak biasa terlihat yaitu punggung sehingga semua orang akan berlomba untuk menghilangkan bekas jerawat di punggung. Kita dapat mewaspadai jerawat di punggung dengan sekali-kali meraba punggung kita.

Jerawat di punggung disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak dan dapat terjadi pada siapa saja, baik perempuan dan laki-laki di segala usia. Biasanya, jerawat di punggung ini muncul karena beberapa faktor, seperti kebersihan diri , misalnya berenang di tempat umum yang tidak terjaga kebersihannya, memakai pakaian ketat sehingga pori-pori tersumbat karena keringat, dan jarang mandi serta dapat timbul juga karena faktor makanan misalnya memakan makanan yang tidak sehat.

Bagi anda yang memiliki jerawat atau bekas jerawat di punggung, jangan khawatir. Berikut merupakan tips menghilangkan bekas jerawat di punggung dengan aman :

  1. Menggunakan putih telur

Siapa sangka putih telur dapat membuat kulit sehat? Ya, sejak dahulu kala putih telur dapat digunakan sebagai masker alami. Dengan kandungan vitamin E, asam amino, dan protein, putih telur ini dapat melembabkan kulit dan mengobati bekas jerawat di punggung. Caranya, putih telur dipisahkan dengan kuningnya lalu simpan di mangkok kecil dan dapat langsung dapat dioleskan di punggung dan tunggu hingga 15 menit. Anda akan merasakan sensasi bahwa kulit anda tertarik sama seperti memakai masker. Putih telur ini pun dapat dipadukan dengan timun untuk menyegarkan kulit.

  1. Menggunakan lidah buaya (aloevera)

Lidah buaya bisa digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat di punggung dan telah lama digunakan sebagai obat dari zaman Mesir kuno. Jenis lidah buaya yang sering digunakan untuk pengobatan adalah Aloevera Barbadensis miller. Salah satu fungsi lidah buaya adalah antibakteri dan antijamur sehingga dapat mencegah perkembangbiakan bakteri dan jamur di punggung. Selain itu, lidah buaya digunakan juga sebagai penyembuh luka sehingga dapat meregenerasi sel.

Demikian merupakan tips menghilangkan bekas jerawat di punggung dengan aman karena tidak menggunakan produk kimia. Tetap jaga kebersihan punggung kita agar terhindar dari jerawat.

Macam Macam Scrub Untuk Berbagai Jenis Kulit

Kulit sehat nan cerah merupakan dambaan bagi semua orang. Perawatan kulit pun dilakukan secara intensif untuk mendapatkan kulit yang sehat tersebut, mulai dari perawatan harian, mingguan, dan bulanan. Perawatan harian untuk kulit biasanya adalah dengan mandi rutin sebanyak 2x sehari dan juga dengan menggunakan hand body lotion untuk menjaga kelembaban kulit. Selain itu, beberapa orang menjaga kesehatan kulitnya dengan perawatan mingguan atau bulanan. Salah satu perawatan yang dilakukan secara mingguan atau bulanan adalah scrub untuk berbagai jenis kulit tubuh.

Scrub berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati pada tubuh dan menghilangkan kotoran yang menyumbat pori-pori. Setelah melakukan scrub secara rutin, tubuh kita akan nampak cerah dan tidak kusam. Scrub memang bukanlah perawatan harian karena kulit akan beregenerasi selama 14-21 hari, walaupun pada masa kini kulit mengalami masalah kompleks karena banyaknya polusi udara, ruangan ber-AC, dan kebiasaan merokok. Dengan siklus waktu tersebut, scrub cocok bila digunakan dalam kisaran 14-21 hari satu kali.

Faktanya, tidak semua kulit cocok dengan scrub tersebut karena scrub sendiri terbagi menjadi dua yang dengan menggunakan granule atau butiran dan dengan yang tidak ada butiran.  Untuk mendapatkan hasil maksimal, alangkah lebih baik kita mengunakan scrub sesuai dengan jenis kulit kita. Berikut merupakanmacam-macam scrub untuk berbagai jenis kulit :

  1. Kulit kering

Jika anda memiliki kulit kering, scrub yang dapat digunakan adalah scrub berbahan dasar kopi dan dan minyak zaitun. Keduanya mengandung zat yang dapat melembabkan tubuh, seperti kafein dalam kopi yang berfungsi sebagai antioksidan. Caranya cukup dicampur dan digunakan ke seluruh tubuh, diamkan sekitar 15 menit kemudian bilas dengan air dan sabun yang mengandung kelembaban tinggi. Scrub berbahan dasar pepaya pun dapat digunakan karena pepaya dapat melembabkan tubuh.

  1. Kulit berminyak

Untuk kulit berminyak, scrub yang cocok adalah yang berbahan dasar garam karena akan membuat kulit anda bebas minyak tanpa mengurangi kelembaban aslinya. Garam tersebut dapat dipadukan dengan wortel yang dapat mengurangsi rasa lelah pada tubuh. Agar lebih tenang, anda dapat mencampurkannya dengan wewangian yang memberikan kesegaran seperti jeruk lemon.

Dengan membagi scrub untuk berbagai jenis kulit, diharapkan dapat mengefektifkan regenerasi kulit berdasarkan kebutuhan kita masing-masing. Sebaiknya penggunaan scrub ini dihindari jika kita mengalami luka terbuka.

Kenali Penyebab Penyakit Cacar, Yuk!

Penyakit cacar sangat umum terjadi. Biasanya, penyakit ini menimpa anak-anak. Akan tetapi meskipun demikian, cacar juga bisa menyerang orang dewasa karena cacar memang penyakit yang menular. Tahukah Anda apa penyebab dari penyakit ini? Berikut ini adalah uraiannya.

Cacar termasuk ke dalam penyakit yang disebabkan oleh virus. Nama virusnya adalah Variola. Virus ini merupakan anggota dari genus orthopoxvirus, seperti halnya virus penyebar cacar monyet dan virus penyebar cacar sapi.

Penyebab penyakit cacar mempunyai ukuran tubuh yang besar. Sebagai organisme dari jenis virus, penyebab penyakit cacar ini adalah virus terbesar yang bisa dilihat miskroskop cahaya. Bahkan lebih besar dari beberapa jenis bakteri tertentu.

Tak seperti virus lainnya, virus penyebab cacar, dalam berkembangbiak tidak memerlukan inti sel. Virus ini bereplikasi (memperbanyak diri) hanya di dalam cairan sel saja. Adapun dalam penyebaran penyakitnyanya, virus ini berpindah dari manusia ke manusia tanpa hewan/organisme perantara (vektor) secara langsung, tanpa ada fase diam.

Ada dua jenis virus penyebab cacar pada manusia. Virus pertama adalah variola mayor. Virus ini menyebabkan kematian sekitar 30% setiap tahunnya di dunia. Adapun yang kedua adalah virus minor menyebabkan kematian hanya sekitar 1% saja. Hal yang menjadi pembeda dari kedua virus ini adalah tingkat keganasannya.

Anak-anak (balita) dan wanita hamil merupakan golongan yang paling berisiko terkena penyakit cacar. Tak hanya itu saja, sekalinya terkena, golongan ini bisa menderita penyakit yang sangat parah. Hal ini tentu saja karena kekebalan tubuh mereka yang rendah sedangkan virus penyebab cacar mempunyai kemampuan menyerang yang cukup ‘ganas’.

Penyebab virus cacar bisa menyebar secara langsung dan tidak langsung. Penyebaran secara langsung itu biasanya terjadi melalui cairan yang ada di dalam benjolan cacar. Adapun penyebaran secara tidak langsung adalah melalui udara yang tercemar virus cacar. Baik secara langsung atau tidak langsung, virus cacar kemudian akan masuk ke dalam aliran darah. Dari aliran darah, barulah menyebar ke semua sel tubuh. Seperti sel kulit, usus, paru-paru, ginjal, dan juga otak.

Jika virus penyebab penyakit cacar sudah masuk ke dalam sel, mereka akan bereplikasi (berkembang biak. Dalam beberapa hari, virus ini akan menginfeksi dan memberikan gejala cacar yang jelas bagi penderitanya. Misalnya saja demam, sakit otot, dan juga munculnya benjolan kemerahan yang berair.