Category Archives: Kesehatan Anak & Bayi

Mengenali Perkembangan Balita

Mengenali perkembangan balita menjadi  keharusan bagi orang, terutama pada masa –masa tahun pertama.  pada fase 12 bulan pertama, balita mengalami perkembangan kemampuan seiring bertambahnya usia. Tahap –tahapan harus dilalui sesuai dengan usianya. Masa ini dinamakan milstone fase, dimana balita akan menunjukan kemajuan aktivitas secara bertahap.

Setiap tahapan harus diperhatikan betul oleh orang tuanya, jika salah satu tahapan tidak bisa dijalani maka akan mempengaruhi tahapan yang lain.   Perkembangan balita meliputi kemampuan kecerdasan, motorik, perceptual, kognatif, dan sosial.   Berikut ini penjelasan tentang perkembangan  fase kemampuan motorik balita dari selama 12 bulan pertama :

  • Usia 0 – 1,5 bulan

Bayi usia 0 – 1,5 bulan masih banyak tidur, bangun dan menangis. Dia menangis apabila lapar, ngompol, maupun BAB. Gerakan tangan dan kaki masih belum beraturan. Mata sudah terbuka tapi belum bisa fokus pada satu objek.

  • Usia 1,5 – 2,5 bulan

Pada usia ini sudah bisa mengangkat kepala sedikit.  Menengok kanan dan kiri, dan melihat wajah orang tuanya.  Mengeluarkan suara.

  • Usia 3 – 4,5 bulan

Sudah bisa mengangkat dadanya bila diposisikan tengkurap. Bayi pun sudah bisa melakukan tengkurap sendiri dan membolak-balik tubuhnya. Mulai tertarik dengan benda –benda sekitarnya,memegang mainan dan memasukan ke dalam mulutnya.  Bisa memiringkan badan, dan tengkurap sendiri.

  • Usia 5 bulan

Bayi sudah dapat duduk dengan hanya ditopang punggungnya. Bisa mengambil mainan atau benda asing. Mengenal suara ibunya dan orang –orang yang dikenalinya.  Sudah tengkurap sendiri dan mengangkat pinggulnya.

  • Usia 6 bulan

Sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Di usia ini pun kebanyakan bayi sudah mulai belajar merangkak.  Tertawa apabila dihibur orang terdekat.

  • Usia 7 bulan

Belajar menggerakan badan ke depan apabila, belajar merangkak, dengan menekan kaki ke depan. Mengeluarkan suara keras, dan bisa duduk disandarkan.  Berguling –guling di tempat tidur.  menangis apabila tidak ada ibunya, dan berhenti menangis jika ibunya datang.

  • Usia 8 bulan

Mulai belajar merangkak dengan mengangkat badan dengan tangan dan lutut.  Mengambil sendiri mainan dan benda kesayangannya.

  • Usia 9 bulan

Belajar duduk sendiri, sedikit –sedikit bisa memahami perintah orang tuanya. Mencoba berdiri dengan rambatan.

  • Usia 10 bulan

Sudah bisa merangkak dengan benar dan cepat, berani turun dari tempat tidur. Belajar berdiri dengan berpegangan benda lain. Bisa mengucapkan kata mama dan maem. Mengerti perintah dari orang tuanya.

  • Usia 11 bulan

Berani belajar berdiri sendiri tanpa pegangan, kedua kaki sudah kuat menopang tubuh untuk berdiri. Belajar berjalan dengan dititah atau rambatan.

  • Usia  12 bulan

Bisa berjalan dua tiga langkah, banyak berinteraksi dengan orang tua, bercanda. Pemahaman kosakata sudah mulai banyak, belajar mengucapkan kata –kata baru.

Tips Merangsang Balita Belajar Berjalan

Sungguh menyenangkan melihat buah hati Anda mulai bisa berjalan, setapak demi setapak. Anak mulai belajar berjalan pada usia 12 bulan sampai 15 bulan. Namun  cepat atau lambatnya anak bisa berjalan tergantung pada fisik anak ( kekuatan otot motorik ) dan pekembangan mental si anak.

Namun agar buah hati cepat berjalan dan tidak takut, memang perlu latihan rutin. Berikut ini sedikit tips ringkas bagaimana cara melatih anak agar cepat berjalan.

  • Rambatan

Rambatan merupakan salah satu metode melatih balita belajar berjalan. Caranya  biarkan balita Anda merambat dengan pegangan kursi atau meja, kemudian berjalan ke samping kanan atau kiri.  Metode ini juga melatih otot kaki dan tungkai agar bisa kuat menopang tubuh.

Pada awalnya memang dia agak takut melangkah, tapi berlahan –lahan dia berani melangkah setapak dua tapak tanpa pegangan kursi atau benda –benda di sekitarnya.

  • Belajar di rerumputan 

Tak usah takut si kecil akan kedinginan jika pagi-pagi tapak kakinya sudah dijejakkan di atas rumput yang berembun. Justru embun di rumput dapat merangsang putik-putik saraf tapak kakinya. Bukan cuma tangan, di kaki pun ada indra peraba. Hanya indra peraba di kaki belum berkembang penuh, yang lebih berkembang pressure sensor atau sensor tekanannya.  Seperti upacara tedak sinten, menapakan telapak kaki  si kecil di atas rumput berembun, juga merasakan sensasi geli di telapak kakinya, hingga merangsangnya menggerakkan kakinya untuk melangkah lagi.

  • Baby walker

Walau penggunaan baby walker masih pro-kontra, tapi sebetulnya baby walker justru mendorong si kecil belajar berjalan. Bukankah dengan duduk di baby walker, ia jadi “bisa” berjalan? Nah, inilah yang mendorongnya untuk menggerak-gerakkan kakinya agar bisa berjalan. Kita pun jadi tak lelah karena harus mentetah si kecil yang baru belajar berjalan.

Baby walker boleh digunakan sejak bayi usia 6,5 bulan, tapi sadelnya harus disetel agar kaki si kecil menggantung. Pasalnya di usia ini, si kecil merasa ada kebebasan untuk bergerak dan berjalan, tapi ia belum punya kemampuan karena sebenarnya di usia ini ia baru bisa merangkak. Baru di usia 7,5 bulan, ia sudah siap untuk menapak hingga sadel bisa diturunkan. Selanjutnya, di usia 9 bulan biasanya si kecil tak mau lagi menggunakan baby walker karena sudah ingin berjalan sambil berpegangan pada suatu benda.

Gerakan –gerakan Senam Ceria Balita

Senam bayi merupakan bentuk permainan gerakan pada bayi, yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Selain itu, juga untuk mengetahui jika terjadi perkembangan yang salah secara dini. Ini merupakan tindakan antisipasi yang tepat untuk penanganan agar bayi tumbuh normal. Senam si kecil dimulai dengan gerakan pemanasan. Caranya dengan berlatih menyilangkan tangan. Letakan ibu jari tangan Anda pada telapak si kecil. Dengan segera ia akan menggenggamnya. Buka kedua lengannya, setelah itu, bawa kedua lengannya ke depan dada, lalu silangkan. Buka lagi, lalu silangkan kembali. Gerakan inijuga berguna untuk menguatkan otot lengan dan punggung. Lakukan hingga 4 hitungan.

  • Mendorong  Kaki

Setelah pemanasan, senam dilanjutkan dengan gerakan yang melatih otot kaki terutama di bagian paha. Letakkan ibu jari Anda pada telapak kaki si kecil. Luruskan kakinya, kemudian, dorong kakinya secara perlahan dan lembut ke arah perut. Lakukan hingga hitungan ke empat, bergantian antara kaki kiri dan kanan.

  • Membuka  Dan Menutup  Kaki

Perlahan, bukalah kedua kaki si bayi Anda. Tak perlu di luruskan. Lalu tangkupkan kedua kakinya sehingga kedua lutut menempel. Ulangi hingga 4 hitungan. Gerakan ini berguna untuk menguatkan otot-otot seluruh kaki.

  • Mengangkat Badan

Gerakan mengangkat badan berguna untuk memperkuat otot leher dan punggung. Pegang kedua tangan si kecil pada bagian lengan hingga siku. Kemudian tarik kedua tangan secara bersamaan hingga bagian atas tubuh si kecil terangkat. Tidak perlu menarik tinggi-tinggi. Rebahkan lalu angkat kembali. Ulangi hingga 4 hitungan

  •  Mengangkat  Pinggul 

Taruh telapak tangan kiri Anda di bagian belakang leher si kecil untuk menyangga lehernya, tangan kanan taruh di daerah pinggul dan pantat. Setelah itu, dengan telapak tangan kanan, dorong pinggul si kecil ke arah atas sehingga pinggul dan pantatnya terangkat. Mendorongnya pun tidak perlu dilakukan tinggi-tinggi. Gerakan ini dapat memperkuat otot-otot di daerah perut, pinggul dan pantat.

  • Berguling  ke Samping

Si kecil yang sudah belajar tengkurap akan menyukai gerakan ini. Ia pun dapat melatih otot perut, pinggang dan pahanya supaya kuat. Pegang kedua kaki si kecil dengan tangan Anda. Setelah itu, dengan bantuan tangan Anda, gulirkan ia ke samping kiri dan kanan secara bergantian.

  • Tahapan Pendinginan

Akhirnya si kecil selesai bersenam. Badan pun menjadi segar. Lakukan pendinginan setelah selesai bersenam agar otot-otot menjadi rileks kembali. Lakukan gerakan pemijatan.Tengkurapkan si kecil, pijat lembut bagian pinggang, pantat, paha dan kakinya dengan cara menekan-nekan dengan tangan Anda. Terima kasih ayah-ibu, hari ini aku sudah berolah raga.

Tips Jitu Sebelum Buah Hati Anda di Imunisasi

Bayi yang baru lahir dibekali dengan kekebalan alami, tapi hal itu belum cukup untuk melawan virus. Maka perlu ada penambahan vaksin secara berkala guna meningkatkan kekebalan tubuh. Serta melawan virus berbahaya seperti folio.   Idealnya imunisasi diberikan hingga balita berusia lima tahun.  Seperti BCG,  Folio, campak, DPT dan sebagainya.

Pemberian imuniasasi ada yang berupa suntikan maupun oral seperti diteteskan ke dalam mulut.  Namun agar balita  merasa nyaman dan tenang saat dimunisasi perlu sedikit penanganan.

Berikut adalah tips yang bisa perlu diperhatikan saat buah hati anda menjalani vaksinasi:

  • Pastikan bahwa Anda mengetahui jadwal imunisasi anak anda berikutnya. Beberapa dokter menyarankan agar vaksinasi sejenis dilakukan tidak kurang dari 30 hari setelah vaksinasi sebelumnya. Buku/kartu vaksinasi anak anda biasanya memuat juga jadwal ini.
  • Bawalah buku/kartu vaksinasi anak Anda setiap kali kunjungan. Buku vaksinasi akan menjadi catatan riwayat / medical report vaksinasi dan kesehatan anak Anda.
  • Pastikan anak anda diperiksa terlebih dulu oleh dokter sebelum diberikan vaksinasi. Pemberian vaksinasi sebaiknya dilakukan saat anak anda sehat. Tentu saja sehat dalam penilaian dokter.
  • Berikan informasi kepada dokter jika anak Anda mengalami efek samping sebagai akibat vaksinasi sebelumnya.
  • Setelah vaksinasi diberikan, pastikan dokter menambahkan catatan tentang pemberian vaksinasi tersebut dan jadual vaksinasi berikutnya dalam buku/kartu vaksinasi.
  • Bertanyalah dan bertanyalah tentang apapun sehubungan dengan vaksinasi yang telah dilakukan atau vaksinasi berikutnya. Petunjuk yang dapat saya berikan sebagai panduan pertanyaan adalah jadual vaksinasi berikutnya, efek samping apa yang mungkin dialami anak Anda (panas, demam, alergi, ) atau apa bedanya suatu vaksinasi tertentu dengan vaksinasi lainnya.
  • Perhatikan anak Anda dengan seksama saat telah menjalani vaksinasi. Catat, dan jika perlu hubungi dokter, saat terjadi perubahan/gejala tidak biasa diluar keterangan yang telah diberikan dokter.

Tips menangani efek  vaksinasi

Setiap balita memilik daya tahan tubuh berbeda –beda. Termasuk saat menerima vaksinasi. Terkadang  pasca imunisasi disertai efek demam, dimana terjadi kenaikan suhu badan balita di atas rata. Hal ini wajar karena tubuh si anak sedang menolak zat asing yang masuk, termasuk vaksin. Kondisi ini hanya berlangsung satu malam saja.  Bagi ibu muda  menghadapi kondisi ini terkadang bisa membuat panik.  Tapi jangan kewatir dulu. Bila demam dan nyeri, orang tua dapat memberikan parasetamol atau mengompres si kecil.

Jika terjadi gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) serius di mana disertai muntah –muntah, kejang atau demam tinggi, sebaiknya orang tua harus membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Tips Memilih Dokter Gigi Anak yang Pas

Memelihara kesehatan gigi merupakan pekerjaan yang paling susah untuk dilakukan bukan? Ya, seperti yang sudah dianjurkan oleh dokter gigi pada umumnya bahwa kita harus rajin memeriksakan kondisi kesehatan gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali secara rutin. Tidak hanya untuk orang dewasa saja melainkan juga bagi anak-anak. Bagi anak-anak, umumnya mereka beralasan karena takut disuntik atau dicabut. Makanya, bagi orang tua harus berupaya semaksimal mungkin agar rasa takut tersebut bisa diatasi karena dengan memeriksakan kondisi kesehatan gigi anak bisa dicegah lebih dini. Permasalahan gigi di usia dini biasanya karena karang gigi atau gigi yang berlubang. Sebelum memberikan tips memilih dokter gigi anak, kita beri tips tentang bagaimana cara mengatasi rasa takut pada anak untuk memeriksakan kesehatan gigi ke dokter.

  1. Jangan Bawa Anak ke Dokter Gigi Langganan Orang Tua. Karena sudah terbiasa, kadang orang tua langsung membawa anaknya ke dokter gigi langganannya. Lebih baik anak dibawa khusus ke tempat spesialis dokter gigi anak dimana disana suasananya lebih menyenangkan seperti terdapat gambar-gambar tokoh “Super Hero” di dindingnya dan dengan fasilitas serta desain yang bersahabat dengan anak.
  2. Biasakan Sejak Dini. Belajar membiasakan anak ke dokter gigi sejak dini merupakan tindakan yang paling ampuh. Agenda yang dilakukan ialah merawat secara rutin kesehatan gigi anak serta tindakan cepat bila ada keluhan. Usia paling cocok untuk bawa anak ke dokter gigi yakni dimulai sejak usia satu tahun.
  3. Latihlah Anak di rumah. Yang biasanya dilakukan ialah dengan cara orang tua mengajari tentang kondisi kesehatan gigi anak dan cara memeriksakannya. Orang tua berpura-pura jadi dokter gigi anak, sedangkan anak Anda sebagai pasiennya. Yang wajib dipraktekkan adalah janganlah membunyikan segala macam suara yang member rasa takut seperti bor atau suara-suara lainnya. Anda bisa memakai cermin untuk memeriksa kondisi gigi anak.
  4. Jadikan Dokter Gigi sebagai Teman bagi anak. Orang tua harus bisa memberikan kepercayaan pada anak bahwa pak Dokter adalah teman yang baik untuk menjaga kondisi kesehatan gigi.
  5. Ganti rasa Sakit menjadi Gigi Kuat. Sebelum membawa anak ke dokter gigi, hindari kata-kata “Sakit”. Dokter Gigi biasanya memiliki pengganti yang pas agar anak-anak tidak ketakutan yakni dengan mengganti kata “Takut” menjadi “Gigi Sehat, Gigi Kuat dan Gigi Bersih”.

Jika Anda sudah bisa memberikan ketenangan bagi anak untuk rutin pergi ke dokter gigi, lalu kini PR berikutnya ialah bagaimana cara memilih dokter gigi yang pas untuk anak Anda. Disini kita ingin membagikan Tips Memilih Dokter Gigi Anak.

  1. Carilah dokter gigi dengan latar belakang yang benar-benar bagus di bidangnya.
  2. Galilah informasi sebanyak-banyaknya tentang dokter gigi anak yang bagus melalui kerabat serta teman terdekat. Anda juga bisa mencarinya melalui Medsos atau Majalah Kesehatan yang ada.
  3. Jarak yang ditempuh menuju tempat Dokter Gigi sebaiknya dipilih yang terdekat saja. Perhatikan juga jam prakteknya, dipilih yang sesuai kebutuhan anak Anda.
  4. Pilihlah Dokter Gigi khusus Spesialis Anak yang bagus. Dokter-dokter tersebut sudah memiliki keahlian khusus dalam hal menangani pasien anak.
  5. Memilih nuansa tempat praktek yang menyenangkan bagi anak. Seperti terdapat berbagai aksesoris lucu kesukaan anak atau gambar-gambar tokoh kartun.
  6. Tips Memilih Dokter Gigi Anak yang terakhir ialah dengan mencari Dokter gigi anak yang memiliki rasa humor, menyenangkan, ramah serta yang mudah sekali akrab dengan anak juga wajib dipertimbangkan. Karena dengan begitu bisa memberikan rasa nyaman bagi anak Anda.

Dengan melakukan berbagai Tips diatas maka Anda sudah melakukan sesuatu yang baik bagi kondisi kesehatan gigi anak Anda. Kesabaran adalah kunci utama untuk bisa merealisasikan semua tips ini. Semoga artikel Tips Memilih Dokter Gigi Anak yang pas ini menjadi referensi bagus khususnya bagi orang tua yang ingin memeriksakan kesehatan gigi anaknya sejak dini.

3 Suplemen yang Dianjurkan Untuk Kesehatan Ibu Hamil

Kehamilan adalah kondisi dimana seorang wanita memiliki janin yang sedang tumbuh di dalam tubuhnya (yang pada umumnya di dalam rahim). Kehamilan pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan.

Faktor resiko pada ibu hamil seperti umur terlalu muda atau tua, banyak anak, dan beberapa faktor biologis lainnya adalah keadaan yang secara tidak langsung menambah resiko kesakitan dan kematian pada ibu hamil. Resiko tinggi adalah keadaan yang berbahaya dan mungkin terjadi penyebab langsung kematian ibu, misalnya pendarahan melalui jalan lahir, eklamsia, dan infeksi.

Berikut ini adalah beberapa suplemen yang baik untuk menjaga kesehatan kehamilan Anda :

1. Asam folat
Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan selama kehamilan melindungi dari gangguan saraf pada janin (anensefali, spina bifida). Wanita hamil disarankan mengkonsumsi asam folat 400 μg/hari selama 12 minggu kehamilan karena kebutuhan asam folat tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan.

2. Zat besi
Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja mengangkut oksigen di dalam darah. Selama kehamilan, suplai darah meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin. Suplemen besi yang dibutuhkan adalah 30 – 50 mg/hari dan disarankan pada wanita hamil dengan hemoglobin < 10 atau 10,5 g/dl pada akhir kehamilan. Selain suplemen, zat besi juga terkandung pada daging, telur, kacang, sayuran hijau, gandum, dan buah- buahan kering. Suplemen besi sebaiknya dikonsumsi diantara waktu makan dengan perut yang kosong atau diikuti jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan. 3. Kalsium Kalsium penting di dalam mengatur kekuatan tulang wanita hamil dan pertumbuhan tulang bagi janin. Kalsium yang disarankan sebanyak 1.200 mg untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Kalsium sebaiknya dikonsumsi ketika sedang makan, diikuti dengan jus buah yang kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan. Itulah beberapa suplemen yang dianjurkan untuk ibu hamil, tapi sebaiknya saat mengkonsumsi obat – obat tersebut juga disarankan untuk berolahraga, konsumsi makanan bergizi dan gaya hidup sehat.

Kenali Perbandingan Asi dengan Formula Untuk Memberi Yang Terbaik Bagi Sang Bayi

Pada dasarnya segala sesuatu yang bersifat sintetis akan kalah dengan yang bersifat alami, begitu juga dengan perbandingan ASI dengan formula, yang memiliki karakteristik berbeda sehingga perlu dikaji lebih mendalam letak keunikannya. Jika kita meniti ulang karakteristik dari dua macam susu untuk bayi, maka kita akan menemukan superioritas dari ASI dibandingkan dengan susu formula.

WHO, sebuah badan PBB yang khusus menangani kesehatan dunia secara khusus menyarankan pemakaian ASI untuk bayi agar mereka tumbuh lebih sehat, dapat bertahan terhadap serangan infeksi, alergi, dan serangan kronis. Para ibu disarankan untuk menyusui bayi dengan ASI secara eksklusif selama enam bulan, setelah itu bayi boleh diberi menu lain.

Mungkin sebagian ibu merasa penasaran tentang perbandingan ASI dengan formula. Oleh sebab itu, dalam artikel ini perbedaan tersebut akan dikupas secara singkat untuk memberi wawasan para ibu muda mengenai keutamaan ASI.

Ditinjau dari lemak yang terkandung dalam susu, ASI memiliki kandungan Omega 3 yang besar sehingga dapat membantu perkembangan sel syaraf otak secara maksimal. Tidak perlu repot menyesuaikan kadar omega 3 yang diperlukan bayi, karena secara otomatis, ASI memberikan kadar yang tepat dan sempurna untuk bayi. Lain halnya dengan susu formula, ini tidak bisa otomatis menyesuaikan kebutuhan sang bayi sehingga besar kemungkinan porsi yang diberikan dan yang diperlukan bayi tidak seimbang. Sehingga yang terjadi, bayi tumbuh lebih besar daripada seharusnya dan cenderung sangat aktif.

Ditinjau dari segi protein, ASI memiliki kandungan protein yang tepat dan mudah dicerna. Tidak seperti ASI, susu formula memiliki protein yang susah dicerna dan tidak bisa sepenuhnya diserap oleh bayi.

Apabila ditinjau dari karbohidrat yang terkandung dalam susu, ASI kaya akan Laktosa yang seringkali tidak ditemukan pada sebagian susu formula. ASI juga Mengandung oligosakarida yang bagus untuk pencernaan.Susu formula juga memiliki kandungan nutrisi tersebut namun lebih sedikit dari yang diperlukan bayi.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki ASI, tidak heran apabila ASI dianggap sebagai hal penting yang menjamin kesehatan bayi. Kaya akan immunoglobulins, ASI mampu membuat bayi tahan akan serangan infeksi dan tumbuh menjadi bayi yang sehat. Perbandingan ASI dengan formula mampu memberikan kita wawasan lebih mengenai keutamaan ASI dibanding susu buatan pabrik.

Cara Mengatasi Cacar Pada Ibu Menyusui Yang Benar

Penyakit datang dan pergi tanpa pengawasan dan keinginan kita. Demikian juga bagi ibu hamil, ada banyak sekali kemungkinan datangnya penyakit, baik yang tingkatnya ringan hingga yang tingkatnya berat. Berbicara mengenai masalah tersebut, kali ini penulis ingin membahas tentang bagaimana cara antisipasi saat ada masalah cacar pada ibu menyusui! Apa yang sebaiknya dihindari, apa yang sebaiknya dilakukan, serta bagaimana cara pencegahan agar masalah ini tidak kita alami, semua akan dibahas di artikel ini. Selamat menyimak!

  • Hal Yang Sebaiknya Dihindari

Hal yang paling ditakutkan saat terjadi masalah cacar pada ibu menyusui adalah kemungkinan bayi tertular penyakit ini karena memang virus dari penyakit ini mudah sekali menular. Saat ketakutan tersebut hadir, maka hindari terlalu banyak kontak dengan bayi maupun orang orang lain di sekitar rumah yang belum pernah terjangkit penyakit cacar. Selain itu, hindari untuk memberikan ASI secara langsung karena kontak kulit langsung antara mulut bayi dan puting ibu yang terkena cacar sangat berpeluang menyebabkan penularan cacar.

  • Hal Yang Sebaiknya Dilakukan

Karena ASI adalah sumber gizi paling sempurna bagi bayi, maka ibu menyusui sebaiknya tetap berupaya memberikan ASI eksklusif untuk buah hatinya. Yang perlu dilakukan untuk mengupayakan hal ini, maka masalah cacar pada ibu menyusui bisa diatasi dengan memberikan ASI perah yang dimasukkan ke dalam botol dot. Lakukan hal ini sampai Anda sembuh dari cacar yang ditandai dengan terkelupasnya keropeng atau hilangnya ruam dan bintik merah dari kulit.

  • Cara Pencegahan

Cacar air pada ibu menyusui sebenarnya bisa dicegah sedini mungkin sehingga kemungkinan datangnya penyakit ini di momen menyusui bisa dikurangi. Cara untuk mencegahnya adalah dengan melakukan imunisasi tepat 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Cara ini sangat tepat karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai beberapa langkah untuk mengatasi cacar pada ibu menyusui. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan gambaran tentang hal hal yang berhubungan dengan permasalahan tersebut.

4 Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Apakah anak Anda gemuk? Apakah Anda pikir bahwa kegemukan adalah indikator dari kesehatan anak? Ketahuilah bahwa kegemukan tidak menjadi indikator yang teruji, karena bisa jadi kegemukan yang dialami anak anak merupakan sebuah gejala penyakit atau kelainan yang sebaiknya disikapi dengan bijak. Untuk menilai ideal atau tidaknya kegemukan anak anak, maka kita bisa melihatnya dari gerakan serta aktivitas yang dijalaninya. Apabila hal tersebut sangat menghambat dan membuatnya terbatasi dalam gerakan, maka kegemukannya bisa dikatakan tidak sehat dan masuk dalam kategori obesitas. Agar kegemukan atau obesitas tersebut bisa dicegah, maka Anda perlu mengetahui berbagai faktor penyebab obesitas pada anak berikut ini.

  1. Kurangnya aktivitas fisik dan olahraga

Anak anak yang kurang bergerak dan melakukan aktivitas fisik akan berpeluang ke arah obesitas. Makanan dan minuman yang dikonsumsinya tidak tercerna dengan baik, sehingga mengakibatkan penumpukan lemak disana sini.

  1. Porsi tidur dan istirahat yang kurang maksimal

Tidur menjadi faktor penyebab obesitas pada anak yang sering dihiraukan. Padahal anak yang bisa tidur dengan durasi dan kualitas yang maksimal akan memiliki pertumbuhan yang normal dan sehat.

  1. Kurangnya pengawasan makanan dari orang tua

Anak anak masih belum pandai dalam memilih dan memilah makanan. Sehingga kita sebagai orang tua perlu mengawasi konsumsi makanan anak, untuk menghindari berbagai jenis makanan yang menggemukan.

  1. Pola asuh dari orang tua yang memiliki berat badan berlebih

Orang tua yang memiliki berat badan berlebih akan memberikan contoh pola hidup yang khas kepada anaknya, dan anak tersebut akan meniru dan menuruti setiap detail dari pola hidup tersebut sesuai dengan kebiasaan orang tuanya. Maka dari itu, apabila Anda adalah orang tua yang memiliki berat badan berlebih, maka jangan menunjukkan pola hidup yang kurang sehat, tetapii tunjukkanlah pola hidup yang mengantarkan anak agar menjadi anak yang tumbuh dengan sehat dan normal.

Demikianlah beberapa faktor penyebab obesitas pada anak yang sebaiknya Anda ketahui. Setelah mengetahuinya, kita jadi lebih tahu tentang upaya untuk mengantisipasinya. Semoga bermanfaat. 🙂

Lakukan Pencegahan Dengan Kenali Gejala Campak Sejak Dini

Sebagai orang tua yang menyayangi anaknya, maka kita pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kesehatannya dan mencegah datangnya berbagai penyakit. Akan tetapi, upaya tersebut kadang tidak bisa melindungi mereka secara sempurna, karena ada siklus penyakit yang umumnya dialami oleh hampir sebagian besar manusia, khususnya anak anak yang disebut campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus khusus yang menjalar dan menurunkan sistem kekebalan tubuh pada anak. Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal buruk yang tidak diinginkan, maka orang tua harus kenali gejala campak sejak dini. Apa sajakah yang muncul dan terlihat? Bagaimana kondisi yang akan dialami oleh anak saat terserang campak? Serta bagaimana cara tepat untuk mengantisipasinya?

Karena campak adalah penyakit yang kemungkinan bisa dialami oleh setiap orang, maka semua informasi dan pertanyaan tersebut harus diketahui. Sebagai pelengkap artikel ini, akan saya jelaskan tentang cara kenali gejala campak sejak dini serta langkah tepat untuk melakukan penanganan yang tepat.

Gejala campak pada anak yang bisa dikenali antara lain :

  1. Anak mengalami demam serta masalah tenggorokan.

Ini adalah tahap awal yang menjadi gejala penyakit campak. Anak akan merasakan demam yang disertai dengan batuk pilek, menggigil karena kedinginan, serta mata yang berair. Semua proses tersebut akan membuat anak menjadi lemas.

  1. Pada tubuh muncul ruam ruam yang kemerahan dan sebagian besar disertai dengan gatal gatal.

Setelah berselang kurang lebih 3 hari, demam anak akan menurun dan terganti dengan adanya ruam ruam merah di berbagai bagian tubuh secara bertahap. Ruam merah ini akan hilang lagi dengan sendirinya sesuai dengan urutan saat kemunculannya.

  1. Kurangnya nafsu makan dan gairah dalam beraktivitas dan bermain

Pada puncak gejalanya, penyakit ini akan membuat anak mengalami peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi, yakni hingga 40 derajat celcius. Proses ini anak biasanya susah sekali disuruh makan, karena yang dirasakan hanya pusing, lemas, dan kurang bergairah.

Apabila ketiga gejala tersebut sudah terlihat, maka ambillah langkah tepat untuk memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut tentangnya. Semoga penjelasan tentang beberapa patokan untuk kenali gejala campak sejak dini di atas bisa bermanfaat untuk Anda.