Category Archives: Air Susu Ibu (ASI)

Kenali Perbandingan Asi dengan Formula Untuk Memberi Yang Terbaik Bagi Sang Bayi

Pada dasarnya segala sesuatu yang bersifat sintetis akan kalah dengan yang bersifat alami, begitu juga dengan perbandingan ASI dengan formula, yang memiliki karakteristik berbeda sehingga perlu dikaji lebih mendalam letak keunikannya. Jika kita meniti ulang karakteristik dari dua macam susu untuk bayi, maka kita akan menemukan superioritas dari ASI dibandingkan dengan susu formula.

WHO, sebuah badan PBB yang khusus menangani kesehatan dunia secara khusus menyarankan pemakaian ASI untuk bayi agar mereka tumbuh lebih sehat, dapat bertahan terhadap serangan infeksi, alergi, dan serangan kronis. Para ibu disarankan untuk menyusui bayi dengan ASI secara eksklusif selama enam bulan, setelah itu bayi boleh diberi menu lain.

Mungkin sebagian ibu merasa penasaran tentang perbandingan ASI dengan formula. Oleh sebab itu, dalam artikel ini perbedaan tersebut akan dikupas secara singkat untuk memberi wawasan para ibu muda mengenai keutamaan ASI.

Ditinjau dari lemak yang terkandung dalam susu, ASI memiliki kandungan Omega 3 yang besar sehingga dapat membantu perkembangan sel syaraf otak secara maksimal. Tidak perlu repot menyesuaikan kadar omega 3 yang diperlukan bayi, karena secara otomatis, ASI memberikan kadar yang tepat dan sempurna untuk bayi. Lain halnya dengan susu formula, ini tidak bisa otomatis menyesuaikan kebutuhan sang bayi sehingga besar kemungkinan porsi yang diberikan dan yang diperlukan bayi tidak seimbang. Sehingga yang terjadi, bayi tumbuh lebih besar daripada seharusnya dan cenderung sangat aktif.

Ditinjau dari segi protein, ASI memiliki kandungan protein yang tepat dan mudah dicerna. Tidak seperti ASI, susu formula memiliki protein yang susah dicerna dan tidak bisa sepenuhnya diserap oleh bayi.

Apabila ditinjau dari karbohidrat yang terkandung dalam susu, ASI kaya akan Laktosa yang seringkali tidak ditemukan pada sebagian susu formula. ASI juga Mengandung oligosakarida yang bagus untuk pencernaan.Susu formula juga memiliki kandungan nutrisi tersebut namun lebih sedikit dari yang diperlukan bayi.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki ASI, tidak heran apabila ASI dianggap sebagai hal penting yang menjamin kesehatan bayi. Kaya akan immunoglobulins, ASI mampu membuat bayi tahan akan serangan infeksi dan tumbuh menjadi bayi yang sehat. Perbandingan ASI dengan formula mampu memberikan kita wawasan lebih mengenai keutamaan ASI dibanding susu buatan pabrik.

Cara Mengatasi Cacar Pada Ibu Menyusui Yang Benar

Penyakit datang dan pergi tanpa pengawasan dan keinginan kita. Demikian juga bagi ibu hamil, ada banyak sekali kemungkinan datangnya penyakit, baik yang tingkatnya ringan hingga yang tingkatnya berat. Berbicara mengenai masalah tersebut, kali ini penulis ingin membahas tentang bagaimana cara antisipasi saat ada masalah cacar pada ibu menyusui! Apa yang sebaiknya dihindari, apa yang sebaiknya dilakukan, serta bagaimana cara pencegahan agar masalah ini tidak kita alami, semua akan dibahas di artikel ini. Selamat menyimak!

  • Hal Yang Sebaiknya Dihindari

Hal yang paling ditakutkan saat terjadi masalah cacar pada ibu menyusui adalah kemungkinan bayi tertular penyakit ini karena memang virus dari penyakit ini mudah sekali menular. Saat ketakutan tersebut hadir, maka hindari terlalu banyak kontak dengan bayi maupun orang orang lain di sekitar rumah yang belum pernah terjangkit penyakit cacar. Selain itu, hindari untuk memberikan ASI secara langsung karena kontak kulit langsung antara mulut bayi dan puting ibu yang terkena cacar sangat berpeluang menyebabkan penularan cacar.

  • Hal Yang Sebaiknya Dilakukan

Karena ASI adalah sumber gizi paling sempurna bagi bayi, maka ibu menyusui sebaiknya tetap berupaya memberikan ASI eksklusif untuk buah hatinya. Yang perlu dilakukan untuk mengupayakan hal ini, maka masalah cacar pada ibu menyusui bisa diatasi dengan memberikan ASI perah yang dimasukkan ke dalam botol dot. Lakukan hal ini sampai Anda sembuh dari cacar yang ditandai dengan terkelupasnya keropeng atau hilangnya ruam dan bintik merah dari kulit.

  • Cara Pencegahan

Cacar air pada ibu menyusui sebenarnya bisa dicegah sedini mungkin sehingga kemungkinan datangnya penyakit ini di momen menyusui bisa dikurangi. Cara untuk mencegahnya adalah dengan melakukan imunisasi tepat 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Cara ini sangat tepat karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai beberapa langkah untuk mengatasi cacar pada ibu menyusui. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan gambaran tentang hal hal yang berhubungan dengan permasalahan tersebut.

Kenali Perbandingan ASI Dengan Formula

Berbahagialah untuk Anda para ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif untuk buah hati Anda, karena anugerah yang diberikan Tuhan ini ternyata memiliki kandungan yang sangat baik untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi Anda dibandingkan dengan susu formula atau buatan. Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Perbandingan ASI Dengan Formula, saya akan mencoba menjabarkannya pada artikel berikut ini.

Semoga penjelasan singkat ini akan memberikan pencerahan kepada ibu yang sudah diberikan kesempatan untuk menyusui agar mengupayakan pemberian ASI eksklusif minimal hingga bagi menginjak usia 6 bulan. Jika ASI masih bisa diproduksi, maka pemberian susu formula sebaiknya diminimalisir terlebih dahulu, agar bisa menghemat pengeluaran dan bisa mensyukuri air susu gratis yang tersedia secara alami. Berikut adalah Perbandingan ASI Dengan Formula yang dimaksud :

  • Kandungan ASI (Air Susu Ibu)
  1. Mengandung kadar AA dan DHA yang sangat tinggi, sehingga bisa membantu pembentukan sel otak bayi secara lebih maksimal. Selain itu, ASI secara alami akan sangat mudah diserap oleh usus bayi yang masih berkembang, sehingga membuat bayi jarang mengalami masalah pencernaan. Hal ini didukung dengan adanya kandungan enzim yang bisa membuat sistem pencernaan bekerja dengan lebih maksimal.
  2. Mengandung enzim anti mikroba (lisosim) dan enzim yang baik untuk usus (lactoferin), yang membuat proses perkembangan tubuh dan otak berlangsung lebih baik.
  3. ASI mengandung oligosakarida yang sangat berpotensi untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan usus.
  4. ASI kaya akan laktosa, yaitu sejenis karbohidrat yang sangat mendukung untuk perkembangan otak yang lebih baik.
  5. Mengandung zat zat yang baik untuk ketahanan tubuh (antibodi).
  6. Mengandung kalsium, zat besi dan zink yang dilengkapi dengan antioksidan.
  7. Tidak mengandung kolesterol, kadar DHA ada namun tidak sebanyak ASI. Penyerapan keduanya pun kurang sempurna.
  8. Kandungan lisosim dan lactoferinnya sedikit.
  9. Kandungan laktosa dan oligosakarida yang sedikit. Untuk beberapa merk susu formula bahkan ada yang tidak memilikinya.
  10. Mengandung antioksidan,
  11. Kandungan enzim dan hormon yang tidak sebanyak ASI.
  • Kandungan Susu Formula

Itulah kandungan yang dimiliki kedua jenis susu tersebut, dari Perbandingan ASI Dengan Formula tersebut, semoga bisa memberikan imbauan kepada kita untuk mementingkan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia minimal 6 bulan. Semoga bermanfaat 🙂

Pentingnya Mempersiapkan ASI Sebelum Melahirkan Sang Buah Hati

ASI adalah nutrisi alami yang tersedia secara natural pada ibu yang mengandung. Kandungan ASI pada setiap ibu hamil akan berbeda porsinya, tergantung kepada bagaimana kita mempersiapkannya sebelum kelahiran sang bayi. Pentingnya mempersiapkan ASI sebelum melahirkan mengharuskan kita lebih peka dan peduli dengan berbagai hal yang bisa membuat ASI kita keluar dengan lancar dan melimpah pada saat kelahiran sang buah hati, salah satunya untuk melakukan proses inisiasi ASI di awal awal kehidupan sang bayi agar ke depannya lebih kuat dan tahan dengan berbagai masalah kehidupan yang akan dihadapinya.

Tidak perlu bingung jika Anda belum tahu cara mempersiapkan ASI sebelum kelahiran, oleh karena banyak pihak yang sangat mengerti akan pentingnya mempersiapkan ASI sebelum melahirkan, membuat mereka sering melakukan penyuluhan dan pemberian informasi dalam berbagai media massa, agar ibu hamil dan suami siaga mengetahui cara dan teknik tersebut. Dari informasi dan penyuluhan yang dilakukan, berikut adalah intisari dalam mempersiapkan ASI sebelum melahirkan :

  1. Penuhi kebutuhan nutrisi selama hamil

Tubuh akan memproduksi ASI lebih baik jika kebutuhan nutrisinya tercukupi. Oleh karena itu, salah satu upaya agar bisa melakukan pemberian ASI pada waktu melahirkan nanti adalah memilih jenis makanan dan menu yang sehat dan seimbang, makan secara teratur, dan tambahkan sayuran dan buah buahan sebagai pelengkap.

  1. Minum air putih secukupnya

Tubuh dipenuhi dengan cairan yang bisa berkurang disebabkan hal tertentu. Agar bisa menjaga kandungan cairan di dalam tubuh sebagai penentu keluar atau tidaknya ASI, maka mencukupi kebutuhan cairan dengan mengkonsumsi air putih secukupnya harus dilakukan setiap hari.

  1. Konsumsi makanan yang bisa membantu produksi ASI

Memaknai pentingnya mempersiapkan ASI sebelum melahirkan akan membuat kita lebih antusias dalam mencari tahu tentang beberapa jenis makanan yang bisa membantu produksi ASI agar lebih baik. Jenis makanan yang dimaksud antara lain kangkung, bayam, salmon, dan yang paling banyak diketahui adalah daun katuk.

  1. Lakukan pijatan yang merangsang keluarnya ASI

Menjelang tiga bulan pra kelahiran, ibu bisa mencoba untuk melakukan pijatan khusus yang bisa merangsang payudara untuk mengeluarkan ASI pada waktunya nanti. Pijatan tersebut dilakukan dengan cara memijat secara lembut secara melingkar keluar dari arah bawah ke atas. Lakukan setiap kali mandi, dan sebagai pelicin Anda bisa menggunakan baby oil.

Mari lakukan hal hal yang bisa membuat produksi ASI kita bisa maksimal pada saat kelahiran nanti. Jangan tunggu hingga nanti! Untuk menyemangati, silahkan Anda ketahui tentang pentingnya mempersiapkan ASI sebelum melahirkan. Selamat mencoba 🙂

Cara Diet Agar Ibu Menyusui Langsing Yang Tepat Dan Benar

Memiliki tubuh yang langsing, singset dan menarik pasti menjadi dambaan setiap wanita, terlebih wanita yang baru saja melahirkan dan sedang dalam masa menyusui sang buah hati! Karena, biasanya ibu menyusui memiliki bentuk tubuh yang tidak beraturan, terutama di perut, yang disebabkan oleh efek kehamilan selama 9 bulan lamanya. Oleh sebab itu, keinginan untuk mendapatkan kembali bentuk tubuh yang ideal diupayakan dengan melakukan diet agar ibu menyusui langsing.

Namun, apakah diet agar ibu menyusui langsing itu baik untuk dilakukan? Mengingat sang ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsinya, agar bisa memberikan kualitas ASI yang baik bagi bayinya! Untuk mengurai jawaban atas pertanyaan di atas, maka artikel berikut ini akan menjelaskannya.

Bagi ibu menyusui, asupan nutrisi, vitamin, dan zat gizi sangat membantu produksi ASI yang dihasilkan. Namun, saat sang ibu hanya mendapatkan asupan tersebut dalam jumlah yang kurang, ASI tetap terproduksi dengan baik. Hal pertama ini memberikan kesimpulan bahwa diet agar ibu menyusui langsing itu diperbolehkan saja, asalkan dengan cara dan program yang tepat.

Selanjutnya, diet adalah sebuah program yang di Indonesia identik dengan upaya kita untuk mengurangi makanan yang masuk. Jika ingin diet agar ibu menyusui langsing, maka lakukan hal yang sama! Kurangi asupan makanan, tetapi pastikan makanan yang dikonsumsi mengandung nutrisi dan kandungan yang dibutuhkan oleh ibu selama menyusui.

Untuk meyakinkan terpenuhinya semua nutrisi dan gizi yang ingin diet agar ibu menyusui langsing, saat ini ada banyak sekali produk yang bisa membantu upaya diet yang dilakukan dan memastikan terpenuhinya semua kebutuhan ibu agar bisa tetap menghasilkan ASI yang berkualitas. Hal tersebut tentu sangat membantu kita yang masih kurang tahu tentang menu makanan yang baik dan seimbang, membantu kita yang mengalami kesulitan dalam membuat makanan sendiri, juga sangat membantu kita untuk segera mencapai tujuan kita, yaitu mendapatkan tubuh langsing, singset dan menarik. Sehingga setelah bayi mencapai usia 6 bulan misalnya, kita akan dipuji sang suami karena sudah bisa menjaga bentuk tubuhnya seperti sediakala, walaupun sudah melahirkan.

Selamat mencoba J

Kandungan Air Susu Ibu Membuat Bayi Sehat

Aspek paling menakjubkan dari ASI adalah bahwa ASI benar-benar hidup. Ini bukan cairan tubuh yang konsisten seperti darah, ASI adalah sekresi kelenjar susu dan komposisinya terus berubah tergantung pada interaksi dengan bayi. Kandungan air susu ibu 90% merupakan air, terdiri dari protein nutrisi, senyawa nitrogen non-protein, faktor pertumbuhan dan agen pelindung. Ini memiliki 10% padatan untuk energi dan pertumbuhan.

By the way, ASI adalah cairan yang dihasilkan payudara seorang ibu bagi anak-anaknya. Hal ini dibuat sebagai respon terhadap kehamilan dan menyusunya seorang bayi pada payudara. ASI menyediakan nutrisi lengkap untuk anak-anak uang dapat melindungi terhadap infeksi, penyakit dan manfaat perkembangan yang terus berlanjut setelah anak disapih.

Kandungan air susu ibu sangatlah kompleks. Terdiri dari lebih dari 200 zat yang berbeda, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, nutrisi lainnya, enzim dan hormon. Komposisi ini tidak konstan, melainkan berbeda pada setiap ibu menyusui, dan bahkan bervariasi pada ibu yang sama. Berubah dalam setiap menyusui, sepanjang hari, dan dari waktu ke waktu untuk memenuhi kebutuhan anak yang sedang tumbuh.

Kandungannya dapat berubah karena faktor tahapan laktasi, periode kehamilan bayi (jika bayi lahir prematur maka ASI yang keluar pun khusus untuk bayi prematur), umur ibu menyusui, waktu menyusui dan frekuensinya, makanan yang dimakan oleh ibu, dan pola menyusu si bayi. Selama enam bulan pertama kehidupan si bayi, ASI adalah sumber gizi yang optimal baginya yang terdiri dari nutrisi, enzim, hormon, faktor pertumbuhan, agen pertahanan, vitamin A, C, B kompleks, protein yang mengikat, lemak, karbohidrat, lisozim dan antibodi, di samping banyak faktor lain yang membangun kekuatan manusia yang sehat.

Kandungan air susu ibu memiliki kombinasi sempurna. Tidak ada yang lebih baik untuk kesehatan bayi Anda. Leukosit adalah sel-sel yang hanya ditemukan dalam ASI hidup. Mereka membantu melawan infeksi. Ini adalah antibodi, sel-sel hidup, enzim, dan hormon yang membuat ASI yang ideal. Ini tidak dapat ditambahkan ke susu formula.

Air Susu Ibu Basi, Mungkinkah?

bayi baru lahir

Memang ada anggapan atau bisa kita sebut dengan mitos bahwa air susu ibu bisa basi. Tapi apakah mungkin air susu ibu basi. Ibu memang harus menjadi sosok yang pintar yang mampu untuk mendapatkan pengetahuan dengan benar dan tepat pula. Dan tak hanya termakan oleh banyaknya mitos yang berkembang di seputar dunia ibu dan anak.

Yang mengatakan air susu ibu basi adalah ketika air susu ibu atau asi setelah beberapa lama tidak diberikan. Lalu ketika sekian lama tidak menyusui bayinya, maka ketika akan menyusukan asinya, si ibu membuang terlebih dahulu asi yang baru saja keluar karena dianggap sebagai asi yang basi karena telah lama tidak diberikan.

Anggapan ini adalah sebuah hal yang salah kaprah. Tuhan Yang maha Esa telah mendesain keadaan payudara ibu untuk mampu memproduksi asi dan juga menyimpannya. Hanya saja produksi asi amatlah bergantung pada proses penyusuan yang dilakukan oleh si ibu. Semakin banyak asi disusukan kepada bayinya maka akan semakin lancar pula produksi asi itu sendiri.

Dan sebaliknya jika proses menyusui tidak berlangsung dengan lancar atau yang sesekali saja asi diberikan maka hal ini juga akan menurunkan produksi asi itu sendiri. Itulah konsep supply and demand yang ada pada produksi asi. Semakin banyak asi disedot oleh si bayi akan semakin banyak pula asi akan diproduksi.

Berkaitan dengan kandungan asi yang pertama kali disusukan, maka itulah yang dinamakan dengan foremilk. Kandungan asi ini lebih banyak mengandung protein. Dan setelah beberapa waktu lama asi disusukan kepada si bayi maka akan berubah menjadi hindmilk. Kandungan zat yang paling banyak pada hindmilk ini adalah lemak. Maka dari itulah, semakin lama bayi menyusu maka akan semakin merasa kenyang.

Asi telah didesain sebagai sebuah makanan terbaik bagi bayi. Di mana pada kondisi bayi ini masih belum dapat untuk menerima makanan dalam bentuk apapun namun Tuhan telah merancang makanan asi ini dengan kandungannya yang amat lengkap untuk pertumbuhan si bayi. Maka anggapan air susu ibu basi amatlah tidak benar.

Tips Memperbanyak Produksi ASI

merawat-bayi

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber asupan gizi utama dan makanan terbaik bagi bayi, terutama saat usia bayi 0 sampai 6 bulan. Sejak kehamilan, tubuh sudah berposes memproduksi ASI hingga bayi dilahirkan. Saat kelahiran, seiring dengan aktifitas ibu menyusui bayi, jumlah produksi ASI akan semakin bertambah banyak. Begitu pula sebaliknya, jika ibu jarang menyusui anak, produksi ASI akan berkurang.

Produksi ASI pada prinsipnya sama seperti pabrik, jika semakin sering diminta bayi entah disusukan langsung kepada bayi, diperah ataupun dipompa maka makin banyak ASI yang akan diproduksi. Tidak hanya itu, menjaga pikiran ibu agar tetap rileks, tidak stres juga sangat mempengarungi jumlah produksi ASI.

Dengan terus berusaha memberikan ASI kepada bayi, ASI akan terangsang untuk terus berproduksi. Peran ayah dalam membantu ibu memberikan ASI eksklusif juga sangat penting, seperti selalu memberikan semangat pada istri untuk memberikan ASI kepada buah hati, bisa juga dengan membantu mengangkat bayi di pangkuan istri saat akan menyusui.

Hindari pemberian susu formula saat proses pemberian ASI kepada bayi. Banyak ibu yang merasa khawatir ketika produksi ASI masih sedikit, takut bayi akan kekurangan gizi hingga membuatnya segera memberikan susu formula kepada bayi. Namun hal ini bisa membuat anak malas minum ASI secara langsung dari ibunya, apalagi jika bayi sudah mengenal dot(empeng). Bayi akan mengalami ‘bingung puting’.

Ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang bergizi. Semua ASI yang dihasilkan oleh ibu berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu itu sendiri. Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, minum susu ibu menyusui serta makanan yang banyak mengandung cairan, akan membantu proses laktasi (pemberian ASI). Beberapa makanan yang bisa membantu menambah produksi ASI adalah daun katuk, kacang kedelai dan daun papaya.

Istirahat yang cukup bagi ibu menyusui juga bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Selain itu, istirahat yang cukup membantu meremajakan organ internal tubuh. Hindari pekerjaan yang berat dan melelahkan dengan meminta bantuan orang lain untuk mengerjakannya, seperti pembantu, saudara atau suami. Peran pasangan sangat penting untuk menjaga agar istri bisa istirahat yang cukup. Ikut tidur saat bayi tidur siang, bisa menjadi salah satu pilihan menambah jam istirahat ibu.

Alternatif Pengganti Air Susu Ibu bagi Buah Hati

ibu-anak

Air susu adalah cara yang paling ideal dan bernutrisi untuk konsumsi bayi, tentunya. Tak ada produk lain yang bisa mengimbangi kehebatan manfaat ASI ini bagi bayi. Namun air susu ibu tidak selalu ada di saat bayi membutuhkannya. Ketika ibu sakit atau sedang tidak bisa menyusui maka harus ada pengganti air susu ibu yang memiliki kandungan gizi yang kurang lebih mendekati air susu ibu.

Nutrisi pengganti yang paling sering digunakan oleh para ibu adalah susu formula. Tetapi selain itu masih ada alternatif lain dengan kandungan gizi cukup seperti susu kedelai, air tajin atau susu kacang almond. Yang pasti alternatif pengganti air susu ibu ini harus mengandung kolesterol dan DHA yang merupakan nutrisi penting bagi perkembangan bayi sejak dalam masa kandungan. Tidak adanya kandungan dua zat ini berisiko pada kesehatan jantung dan system syaraf pusat ketika besar nanti.

Yang pertama adalah air susu kedelai. Sejak tahun 60-an formula susu kedelai telah digunakan sebagai pengganti yang paling tepat untuk air susu ibu khususnya bagi bayi yang memiliki alergi terhadap susu. Namun, penelitian terbaru menyebutkan bahwa susu kedelai bisa menyebabkan alergi yang sama parahnya dengan susu sapi. Susu kedelai mengandung protein tinggi tetapi juga mengandung protein antinutrisi dan menghalangi kinerja enzim yang diperlukan oleh pencernaan. Ya, alternatif pengganti air susu ibu ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi bayi Anda.

Yang kedua adalah air tajin atau air yang diambil ketika proses memasak beras menjadi nasi. Dibandingkan dengan susu sapi, air tajin memiliki kandungan karbohidrat yang lebih banyak tetapi rendah kalsium dan protein. Jadi Anda yang menggunakan air tajin mungkin memerlukan tambahan suplemen lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi Anda. Air tajin tidak mengandung kolesterol atau laktosa jadi harus ada tambahan nutrisi lainnya.

Yang ketiga adalah air susu kacang almond. Kacang almond telah lama dipercaya menjadi bagian dari menu andalan diet manusia. Kacang almond mengandung protein, kalsium dan magnesium juga mineral yang sangat penting bagi nutrisi manusia. Kacang ini mengandung trigliserin dan antioksidan yang baik untuk perkembangan tubuh bayi Anda. Tahukah Anda, susu kacang almond ini mengandung nutrisi empat kali lebih banyak daripada susu sapi, kecuali kandungan vitamin B6-nya. Itulah tadi 3 pengganti air susu ibu yang bisa Anda coba di rumah. Selamat mencoba ya.

Memahami Manfaat Air Susu Ibu yang Menyehatkan Bayi

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang unik yang ‘nggak bisa digantikan oleh makanan lain, termasuk susu formula. Mesipun polutan dapat terakumulasi di dalamnya, ASI tetaplah unggul daripada susu formula jika dilihat dari perspektif kesehatan keseluruhan ibu dan bayi. Bayi sangatlah rapuh dan rentan terhadap penyakit, dikarenakan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Mereka harus diperlakukan dengan perawatan khusus dan diberikan makanan yang memadai. Susu formula hanya bisa ngasih beberapa komponen gizi yang meniru ASI. Tapi susu formula tidak bisa diharapkan untuk menduplikasi nutrisi penting yang terdapat dalam ASI. Banyak sekali manfaat air susu ibu, beberapa dari manfaatnya akan diuraikan dalam artikel ini.

Air susu ibu yang keluar pertama kali yang dikenal dengan sebutan colostrum mengandung banyak antibodi. Dan faktanya laxative alami dan lembut dapat membantu membersihkan isi perut bayi dari kotoran yang terakumulasi selama berada di dalam rahim. ASI mempromosikan koloni bakteri sehat dalam saluran usus bayi yang baru lahir yang membantu penyerapan gizi dan pengembangan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, manfaat air susu ibu dapat mengurangi risiko infeksi telinga, infeksi pernapasan, diare, meningitis, obesitas dan hipertensi, dapat meningkatkan efektifitas imunisasi serta meningkatkan perlindungan melawan folio, tetanus, dan difteri.

Ibu menyusui memberikan jutaan sel darah putih hidup kepada bayinya melalui ASI yang dapat membantu si bayi untuk melawan segala macam penyakit. Juga ketika ibu terkena kuman, dia membuat antibodi terhadap kuman itu dan memberikan antinbodi tersebut untuk bayinya melalui ASI. ASI juga mengandung faktor yang mencegah dihinggapi oleh mikroba, dan banyaknya antivirus, antibakteri dan antiparasit lainnya.

Dalam kenyataannya kita harus berpikir ASI sebagai norma dan memahami bahwa susu formula tidaklah sebanding dengan ASI. Susu formula bersifat statis, dan tidak mengandung sel darah putih hidup dan antibodi untuk melawan penyakit seperti yang dimiliki ASI. ASI adalah jenis susu khusus untuk bayi (manusia) dan dapat berubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Manfaat air susu ibu bahkan tetap muncul ketika bayi telah disapih.